Pos Indonesia Gandeng Kopdes Merah Putih Jadi Agen Logistik, UMKM Desa Makin Mudah Kirim Barang
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Pelaku usaha di desa kini disiapkan mendapat akses layanan logistik yang lebih dekat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. PT Pos Indonesia akan bekerja sama dengan Kopdes untuk menjadikannya sebagai channel atau agen layanan logistik bagi masyarakat desa.
Rencana tersebut menjadi salah satu bentuk pengembangan fungsi Kopdes Merah Putih yang tidak hanya berkaitan dengan kegiatan koperasi. Kopdes juga diarahkan menjadi penghubung berbagai layanan ekonomi agar masyarakat desa lebih mudah menjalankan aktivitas usaha.
Chief Operation Officer Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria mengatakan kerja sama dengan Pos Indonesia diperlukan untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha desa yang kini semakin banyak memanfaatkan platform online. Menurutnya, kemudahan mendapatkan pesanan perlu diikuti dengan akses pengiriman barang yang memadai.
"Kemudian juga, untuk teman-teman saudara-saudara kita, sekarang kan eranya itu era online kan, yang berbisnis di desa, lalu bagaimana kalau ada order pick-up-nya? PT Pos Indonesia akan bekerja sama dengan seluruh Koperasi Desa menjadi channel untuk logistik, agennya logistik PT Pos Indonesia," kata Dony saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Menurut Dony, perkembangan bisnis secara online membuat jarak antara pelaku usaha dan konsumen semakin tidak menjadi batas utama. Namun, proses pemenuhan pesanan tetap membutuhkan dukungan logistik untuk mengambil barang dari pelaku usaha hingga mengirimkannya kepada pembeli.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Kopdes disiapkan sebagai bagian dari jaringan layanan Pos Indonesia. Dengan keberadaan channel logistik di tingkat desa, masyarakat diharapkan tidak perlu selalu bergantung pada akses layanan yang berada jauh dari tempat tinggal maupun lokasi usaha mereka.
Skema tersebut juga dapat membantu pelaku usaha desa yang menerima pesanan dari luar wilayah. Barang yang sebelumnya hanya dipasarkan kepada konsumen di sekitar tempat tinggal dapat dikirim melalui jaringan logistik yang terhubung dengan Pos Indonesia.
Kopdes dalam skema tersebut bukan mengambil alih fungsi Pos Indonesia. Koperasi justru diposisikan sebagai agen atau channel yang membantu mendekatkan layanan logistik kepada masyarakat desa.
Rencana kerja sama ini sekaligus memperluas fungsi Kopdes Merah Putih sebagai titik layanan ekonomi masyarakat. Selain menjadi tempat kegiatan koperasi, keberadaannya mulai diarahkan untuk mendukung kebutuhan usaha dan transaksi masyarakat di tingkat desa.
Sebelumnya, pemerintah juga menyiapkan kerja sama Kopdes dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk layanan pembiayaan. PNM disebut akan membuka kantor di Kopdes dan menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat desa.
Selain layanan pembiayaan dan logistik, Kopdes juga disiapkan menjadi agen layanan perbankan melalui BRILink. Masyarakat nantinya dapat melakukan transaksi seperti setor dan tarik tunai melalui Kopdes yang menjadi agen layanan tersebut.
Dengan berbagai fungsi tersebut, Kopdes berpotensi menjadi salah satu titik temu berbagai aktivitas ekonomi masyarakat desa. Pelaku usaha bisa mendapatkan akses pembiayaan dan logistik, sementara masyarakat juga memperoleh layanan transaksi keuangan yang lebih dekat.
Baca Juga: Danantara: PNM Bakal Masuk Kopdes untuk Berantas Rentenir di Desa
Bagi pelaku usaha yang mengandalkan penjualan online, keberadaan layanan logistik menjadi bagian penting dalam proses bisnis. Pesanan yang masuk melalui platform digital tetap harus diikuti kemampuan mengambil, mengirim, dan mendistribusikan produk kepada konsumen.
Karena itu, kerja sama Pos Indonesia dengan Kopdes tidak hanya berkaitan dengan pengiriman barang. Skema tersebut juga berkaitan dengan upaya memperkuat ekosistem perdagangan digital di wilayah perdesaan.
Pemerintah sebelumnya mendorong Kopdes Merah Putih menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat desa. Pengembangan berbagai layanan melalui koperasi menjadi bagian dari upaya mendekatkan akses ekonomi kepada masyarakat di tingkat lokal.
Dengan masuknya layanan logistik Pos Indonesia, masyarakat desa nantinya memiliki akses yang lebih dekat terhadap layanan pengiriman melalui Kopdes. Implementasi kerja sama tersebut akan menentukan sejauh mana Kopdes dapat menjalankan fungsi baru sebagai channel logistik bagi pelaku usaha dan masyarakat desa.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama