Kopdes Merah Putih Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Desa, dari Subsidi hingga Lawan Rentenir
Kredit Foto: Simkopdes.go.id
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau Kopdes Merah Putih disiapkan pemerintah bukan hanya sebagai tempat aktivitas koperasi, tetapi sebagai satu titik layanan ekonomi bagi masyarakat desa. Fungsinya dirancang merambah distribusi subsidi, pembiayaan, layanan perbankan, pengendalian harga, hingga logistik.
Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria mengatakan jaringan Kopdes akan dimanfaatkan pemerintah untuk menjangkau masyarakat hingga tingkat desa. Menurutnya, jaringan tersebut bisa menjadi infrastruktur distribusi yang membuat berbagai program pemerintah lebih dekat dengan warga.
Salah satu fungsi yang disiapkan adalah menjadi jalur penyaluran barang subsidi langsung kepada masyarakat. Skema ini akan dikaitkan dengan sistem daring berbasis data penerima agar subsidi dapat diberikan kepada warga yang memang berhak.
Namun, peran Kopdes tidak berhenti pada distribusi subsidi. Pemerintah juga melihat jaringan koperasi tersebut sebagai sarana untuk mengendalikan harga bahan pokok ketika terjadi gejolak di daerah.
Dony mencontohkan ketika harga beras mengalami kenaikan, pemerintah dapat memanfaatkan jaringan Kopdes untuk mendistribusikan beras dengan harga yang telah ditentukan. Dengan jaringan yang tersebar di tingkat desa, pemerintah berharap intervensi tersebut dapat membantu menekan inflasi bahan pokok.
Kopdes juga diarahkan masuk ke sektor pembiayaan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rentenir. PNM nantinya disebut akan membuka kantor di Kopdes dan menyalurkan kredit dengan bunga sekitar 8 persen.
"Kita ingin memutus mata rantai rentenir di desa. PNM nanti akan membuka kantor di Koperasi Desa. Dalam rangka apa? Menyalurkan kredit untuk menghindari adanya, sekarang kan banyak ya saudara-saudara kita kena rentenir dan lain sebagainya. Nanti dengan bunga 8%. Ya, jadi dia akan menjadi collecting agent dan juga distribution agent-nya," kata Dony.
Dengan skema tersebut, Kopdes bukan hanya menjadi tempat aktivitas ekonomi, tetapi juga titik pertemuan antara masyarakat dan lembaga pembiayaan. Harapannya, warga desa memiliki alternatif pembiayaan yang lebih formal ketika membutuhkan modal usaha tanpa harus bergantung pada pinjaman dari rentenir.
Layanan keuangan juga diperluas melalui kerja sama dengan jaringan BRILink. Kopdes nantinya dapat menjadi agen yang memungkinkan masyarakat melakukan transaksi seperti tarik dan setor tunai tanpa harus pergi jauh untuk mengakses layanan perbankan.
Fungsi lainnya datang dari sektor logistik. PT Pos Indonesia akan bekerja sama dengan Kopdes untuk menyediakan layanan pengiriman dan pick-up, termasuk membantu masyarakat desa yang menjalankan bisnis secara daring.
Baca Juga: Danantara Soal Bangunan Kopdes di Gunung: Buat Tekan Kebocoran Subsidi dan Inflasi
"Kemudian juga, untuk teman-teman saudara-saudara kita, sekarang kan eranya itu era online kan, yang berbisnis di desa, lalu bagaimana kalau ada order pick-up-nya? PT Pos Indonesia akan bekerja sama dengan seluruh Koperasi Desa menjadi channel untuk logistik, agennya logistik PT Pos Indonesia," kata Dony.
Jika seluruh skema tersebut berjalan, Kopdes akan memiliki fungsi yang jauh lebih luas dibandingkan koperasi konvensional. Satu jaringan di desa diproyeksikan bisa menjadi jalur distribusi barang, akses pembiayaan, titik layanan perbankan, sekaligus pintu masuk layanan logistik bagi masyarakat.
Pemerintah sebelumnya juga menempatkan Kopdes sebagai bagian dari upaya memperkuat aktivitas ekonomi desa melalui kolaborasi dengan BUMN. Keterlibatan PNM, BRILink, dan PT Pos Indonesia menunjukkan bahwa jaringan koperasi tersebut mulai diarahkan untuk terhubung dengan berbagai ekosistem layanan ekonomi nasional.
Kopdes Merah Putih berpotensi menjadi salah satu titik penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat desa. Tantangannya adalah memastikan berbagai fungsi tersebut benar-benar berjalan di lapangan dan tidak berhenti sebagai jaringan layanan yang hanya ada secara administratif.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: