Kredit Foto: Antara/Galih Pradipta
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Kamis (10/9/2026) di zona hijau. IHSG naik 9,97 poin atau 0,15% ke level 6.688,17.
Penguatan IHSG berlanjut pada menit-menit awal perdagangan. Sekitar tiga menit setelah pasar dibuka, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.702,73 dan level terendah 6.684,76.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 280 saham menguat, sementara 142 saham melemah dan 255 saham lainnya stagnan.
Aktivitas perdagangan juga cukup ramai pada awal sesi. Volume transaksi tercatat mencapai 3,14 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp2,14 triliun.
IHSG Bergerak Terbatas Sepanjang Hari
Berdasarkan riset hari Phintraco Sekuritas, IHSG diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan Kamis (10/9/2026). Pelaku pasar masih mencermati sejumlah sentimen global dan domestik yang berpotensi menahan laju indeks.
IHSG diproyeksikan bergerak sideways di kisaran level 6.600-6.700.
"Dari pasar global, indeks-indeks utama Wall Street ditutup melemah pada Rabu (9/9/2026), seiring kenaikan harga minyak mentah dan imbal hasil (yield) US Treasury," tulis Phintraco Sekuritas.
Harga minyak mentah menguat lebih dari 3% pada perdagangan Rabu. Sementara itu, yield US Treasury tenor 10 tahun naik 4 basis poin menjadi 4,845%.
Sentimen pasar juga akan dipengaruhi oleh sejumlah data ekonomi Amerika Serikat. Data Producer Price Index (PPI) AS untuk Agustus 2026 diperkirakan menunjukkan inflasi sebesar 5,3% secara tahunan (YoY).
Dari Eropa, European Central Bank (ECB) diperkirakan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Kamis (10/9). Kebijakan tersebut menjadi salah satu faktor yang turut dicermati investor global.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Bergerak Sideways di Kisaran 6.600-6.700
Baca Juga: Keluarga Hartono Dikabarkan Investasi US$1,4 Miliar di Luar Negeri, Ini Kata Grup Djarum
Baca Juga: Disorot BEI, MBMA: Kita Belum Putuskan Listing di Bursa Hong Kong
Sementara dari dalam negeri, sejumlah indikator ekonomi menunjukkan perkembangan positif. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia naik menjadi 118,5 pada Agustus 2026 dari 116,8 pada bulan sebelumnya.
Penjualan mobil nasional juga meningkat 32,4% YoY pada Agustus 2026. Penjualan sepeda motor turut mencatat pertumbuhan sebesar 3,18% YoY pada periode yang sama.
Namun, investor masih akan mencermati data penjualan ritel Indonesia yang diperkirakan turun 3,3% YoY pada Juli 2026.
"Di sisi lain, harga emas spot menguat 1,5% menjadi US$4.418 per troy ounce pada penutupan perdagangan Rabu," ujar Phintraco Sekuritas.
Dengan berbagai sentimen tersebut, IHSG diperkirakan masih akan bergerak dalam rentang terbatas pada perdagangan hari ini.
Untuk perdagangan hari ini, sejumlah saham yang menjadi pilihan utama atau top picks antara lain EMAS, DSSA, ANTM, ADMR, dan ELSA.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: