Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pengamat: Prabowo Tak Akan Membiarkan Dirinya Membesarkan Partai Lain Selain Gerindra

        Pengamat: Prabowo Tak Akan Membiarkan Dirinya Membesarkan Partai Lain Selain Gerindra Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Prabowo Subianto diprediksi akan sangat berhati-hati menentukan calon wakil presiden yang akan mendampinginya jika kembali maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Ia diyakini memperhitungkan masa depan dari Partai Gerindra.

        Pengamat politik Hendri Satrio (Hensa) menilai politikus itu tidak akan sembarangan memilih figur dari partai politik lain. Pasalnya, pilihan cawapres dinilai bukan hanya berpengaruh terhadap kemenangan pada pilpres mendatang, tetapi juga terhadap peta kekuatan politik menuju Pemilu 2034.

        Baca Juga: Alarm untuk Prabowo: Rakyat Sudah Menyimpulkan Ada 'Makar Besar' Disiapkan Jokowi, Bisa Seperti 1998

        Prabowo menurutnya memiliki kepentingan untuk memastikan efek elektoral dari pemerintahannya tetap mengalir kepada Partai Gerindra. Karena itu, memilih kader sendiri dianggap menjadi salah satu pilihan yang paling aman.

        “Kenapa saya sebut Gerindra? Karena Prabowo saya yakin akan membesarkan partainya untuk bertarung lebih jauh di 2034. Kalau sampai dia pilih tokoh dari partai lain, dia artinya membesarkan partai lain,” ujar Hensa, dikutip Jumat (11/9/2026).

        Menurut Hensa, apabila politikus itu memilih tokoh dari partai lain sebagai calon wakil presiden, keputusan tersebut berpotensi memberikan keuntungan elektoral kepada partai asal sang cawapres. Situasi tersebut dianggap dapat menjadi persoalan dalam kalkulasi politik jangka panjang Prabowo dan Gerindra.

        Sebaliknya, apabila cawapres berasal dari internal partai, efek politik dari pemerintahan politikus itu dinilai dapat lebih mudah dikonsolidasikan untuk kepentingan partai hingga 2034.

        Hensa menyebut beberapa nama dari internal partai yang dapat menjadi pertimbangan sang presiden, yakni Menteri Luar Negeri sekaligus Sekjen Gerindra Sugiono, Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono, dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

        “Ada Menteri Luar Negeri Sugiono yang kini juga jadi Sekjen Gerindra. Ada Sudaryono yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Ada Menteri Koperasi Ferry Juliantono,” kata Hensa.

        Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga bisa menjadi sebagai salah satu figur yang mungkin dipertimbangkan karena memiliki basis massa yang besar.

        Hensa melihat ada risiko politik apabila politikus itu  memilih cawapres dari partai berbeda. Menurut dia, hubungan politik antara presiden dan wakil presiden dapat mengalami dinamika setelah keduanya terpilih dan menjalankan pemerintahan.

        Baca Juga: Demokrat Ngamuk, Tuntut Golkar Minta Maaf Soal Tuduhan ke AHY: Jangan Saling Curiga dan Ambil...

        “Intinya, saya yakin kalau beliau tidak akan membiarkan dirinya membesarkan partai lain selain Gerindra. Karena jika memilih dari partai lain sama saja ia membesarkan partai orang lain yang nanti jika kepilih dan sedang menjabat sudah bisa jadi oposisi sebelum periode pemerintahan selesai,” pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: