Bitcoin Anjlok ke US$77.213, Harga Minyak Tembus US$100 Jadi Biang Kerok
Kredit Foto: Indodax
Harga Bitcoin (BTC) kembali melemah pada Jumat (11/9/2026) siang hingga menyentuh US$77.213. Aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar itu turun 0,68% dalam 24 jam terakhir ke kisaran Rp1,36 miliar per koin.
Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 13.14 WIB, Bitcoin bergerak pada rentang Rp1,346 miliar hingga Rp1,380 miliar per koin. Kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai Rp27,35 kuadriliun dengan volume transaksi 24 jam sebesar Rp535,32 miliar.
Secara harian, harga Bitcoin tercatat melemah 4,51%. Namun, dalam 30 hari terakhir, Bitcoin masih membukukan pertumbuhan 21,55%.
Pelemahan Bitcoin dalam beberapa hari terakhir terjadi seiring tekanan di pasar saham Amerika Serikat (AS) akibat inflasi yang tinggi dan lonjakan harga minyak.
Melansir Cointelegraph, data TradingView menunjukkan BTC/USD berada di jalur untuk mencatat penurunan sekitar 2% pada Jumat, mengikuti pelemahan pasar saham AS.
Tekanan terhadap pasar juga datang dari eskalasi di Timur Tengah yang mendorong harga minyak mentah kembali melonjak. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menembus US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak 21 Mei. Sementara itu, harga minyak mentah Brent melewati US$105 per barel dan mendekati level tertinggi dalam 16 pekan.
Kenaikan harga minyak turut meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi. Pada saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor panjang kembali meningkat meskipun Departemen Keuangan AS melakukan operasi pembelian kembali utang.
Departemen Keuangan AS pada Rabu melakukan pembelian kembali obligasi pemerintah senilai US$6 miliar. Namun, imbal hasil obligasi AS tenor 30 tahun tetap mencapai 5,353%, level tertinggi sejak Juni 2007.
Sementara itu, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun mencapai 4,924%, level tertinggi sejak November 2023.
Kenaikan imbal hasil obligasi AS menjadi tekanan tambahan bagi aset berisiko, termasuk aset kripto, karena dapat meningkatkan daya tarik instrumen pendapatan tetap ketika imbal hasil meningkat.
Di tengah pelemahan Bitcoin, perdagangan aset kripto berkapitalisasi besar lainnya masih bergerak fluktuatif.
Ethereum (ETH) menjadi salah satu aset yang menguat dengan kenaikan 0,30% ke level Rp43,50 juta per koin. BNB terkoreksi 0,09% menjadi Rp12,61 juta per koin, sedangkan Solana (SOL) melemah 1,36% ke level Rp1,75 juta per koin.
XRP juga turun 2,14% menjadi Rp23.790 per koin.
Baca Juga: Bitcoin Melemah 0,89%, Usai Harga Minyak Tembus US$101 per Barel
Baca Juga: Bitcoin Turun ke Rp1,38 Miliar, Reli 21% Mulai Kehabisan Tenaga?
Baca Juga: BTC Turun 1,39%, Ada Perusahaan yang Justru Borong Bitcoin Rp470 Miliar
Pada kelompok aset kripto berkapitalisasi menengah dan kecil, TRON (TRX) menjadi satu-satunya aset yang menguat, yakni 0,23% ke posisi Rp5.969 per koin.
Sementara itu, Dogecoin (DOGE) turun 1,39% menjadi Rp1.481 per koin, Cardano (ADA) melemah 1,55% menjadi Rp3.690 per koin, dan Chainlink (LINK) terkoreksi 1,94% ke level Rp203.675 per koin.
Bitcoin Cash (BCH) mencatat penurunan terdalam dengan anjlok 9,01% menjadi Rp4 juta per koin.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri