Nyatakan Dukung Prabowo, Dokter Tifa: Indonesia Dipaksa Terus Bersimpangan antara...
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa secara terbuka menyatakan pilihan politiknya untuk mendukung Presiden Prabowo Subianto. Sikap tersebut disampaikan ketika ia menggambarkan kondisi politik Indonesia yang menurutnya berada dalam situasi penuh persimpangan.
Dokter Tifa menyebut masyarakat seolah terus dihadapkan pada pilihan antara kekuasaan yang sedang berjalan dan pihak yang masih memiliki keinginan untuk mempertahankan pengaruhnya. Ia menyebut dua sosok yang menurutnya berada dalam konteks persimpangan itu, yakni Presiden Prabowo Subianto dan Eks Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Baca Juga: Rumah Jokowi Tiba-tiba Digeruduk Massa, Protes Soal Budi Arie, Geng Solo, Haus Kuasa hingga PDIP
"Indonesia dipaksa terus bersimpangan antara yang berkuasa dan yang masih ingin terus berkuasa," ungkap Dokter Tifa, dikutip Jumat (11/9/2026).
Dokter Tifa kemudian menyampaikan secara tegas posisi politiknya. Ia mengatakan dukungannya saat ini diberikan kepada presiden saat ini yang sedang menjalankan amanah sebagai Presiden. Namun, dukungan tersebut bukan berarti dirinya akan berhenti memberikan kritik.
"Karena itu secara tegas pagi ini saya sampaikan, bahwa pilihan politik saya jelas. Saya mendukung beliau sebagai presiden yang sedang memegang amanah kekuasaan, dengan kritis seperti yang selama ini saya lakukan," jelasnya.
Ia menegaskan tetap akan menggunakan sikap kritis terhadap pemerintahan sebagaimana yang selama ini dilakukannya.
Adapun Dokter Tifa menyatakan menolak segala bentuk upaya untuk mengendalikan arah pemerintahan secara terus-menerus. Penolakan tersebut ia tujukan kepada siapa pun, termasuk pihak yang pernah memegang kekuasaan.
Menurut dia, pengaruh politik dapat dilakukan secara terbuka maupun melalui pengaruh di belakang layar.
"Dan saya menolak setiap upaya siapa pun, termasuk kekuasaan masa lalu, yang ingin terus mengendalikan arah negeri ini dari belakang layar maupun terang-terangan," paparnya.
Bagi Dokter Tifa, dukungan politik tidak boleh dimaknai sebagai kewajiban untuk menjadi pengikut seseorang.
Baca Juga: MUI Soal Buku Islam Ala Prabowo: Catatan Kami Hanya pada Proses Penulisan...
"Sebab bagi saya, politik bukan soal menjadi pengikut," tuturnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar