Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rumah Jokowi Tiba-tiba Digeruduk Massa, Protes Soal Budi Arie, Geng Solo, Haus Kuasa hingga PDIP

Rumah Jokowi Tiba-tiba Digeruduk Massa, Protes Soal Budi Arie, Geng Solo, Haus Kuasa hingga PDIP Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Massa demonstran baru-baru ini mendatangi rumah dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo. Hal itu dilakukan mereka untuk memberikan surat peringatan dan plakat yang ditujukan kepada Jokowi..

Aliansi Rakyat Indonesia Bergerak (ARIB) diketahui datang membawa sejumlah perlengkapan aksi, termasuk berbagai tulisan yang dibawa massa menyoroti isu politik dan kekuasaan yang dikaitkan dengan mantan presiden tersebut. Beberapa poster bahkan menggunakan narasi keras seperti "Jokowi Jongos Oligarki", "Jokowi Power Syndrome", serta "Jokowi dan Dinasti Haus Kuasa".

Baca Juga: Prabowo Didesak Sadar: MBG Itu Titik Lemah, Musuh Bisa dengan Mudah Rusak Reputasi hingga Legitimasi

Ada pula poster bertuliskan "Bubarkan Geng Solo dan Dinasti Jokowi", "Jokowi Melanggar Konstitusi", "Jokowi Pembohong", hingga "Jokowi Perusak PDIP".

Kritik tersebut menjadi bagian dari aspirasi massa yang sengaja mendatangi kediaman Jokowi. Mereka ingin menyampaikan pesan secara langsung kepada mantan presiden tersebut.

Koordinator Aksi Aliansi Rakyat Indonesia Bergerak, Bangun Sutoto mengatakan kedatangan mereka berkaitan dengan pernyataan mengenai dugaan makar yang disebut pernah disampaikan Budi Arie. Menurut Bangun, Jokowi perlu menerima respons atas persoalan tersebut.

"Kami ingin menyampaikan sepucuk surat dan satu buah plakat untuk Bapak Jokowi karena menurut kami Bapak Jokowi belum lama ini duduk di sebelah kiri saudara Budi Arie yang menyampaikan indikasi adanya makar. Karena itu kami sebagai anak bangsa mewakili seluruh rakyat Indonesia tidak bisa tinggal diam," ujar Bangun, dikutip Jumat (11/9/2026).

Namun, massa tidak dapat menyerahkan surat dan plakat tersebut secara langsung kepada Jokowi. Kedua benda itu akhirnya diterima oleh anggota paspampres yang bertugas di sekitar kediaman mantan presiden.

Bangun mengatakan aksi tersebut bukan ditujukan untuk mencari permusuhan. Ia menyebut massa justru ingin menyampaikan peringatan dengan cara yang menurut mereka tetap menghormati mantan presiden itu sebagai sesama manusia.

"Karena itu kepada bapak kami memanusiakan bapak sebagai manusia, kalau orang Jawa bilang nguwongke uwong. Karena itu kami mengingatkan bentuk kepedulian kami kepada negara dan juga kepada Bapak Jokowi. Karena itu kami berikan surat peringatan sekaligus plakat filosofi dalam bahasa Jawa ini," terang dia.

Situasi aksi sempat memanas ketika massa bergerak menuju Gang Kutai Utara. Di lokasi tersebut, mereka berhadapan dengan kelompok yang disebut sebagai pendukung Jokowi.

Pertemuan kedua kelompok membuat suasana sempat tegang. Aparat keamanan kemudian turun tangan untuk mencegah terjadinya benturan dan menjaga agar aksi tidak berkembang menjadi kericuhan.

Setelah situasi berhasil dikendalikan, massa kembali melanjutkan penyampaian aspirasi. Bangun menegaskan pihaknya tidak ingin kedatangan mereka berakhir dengan keributan. Menurutnya, pesan yang ingin disampaikan adalah ajakan menjaga Indonesia.

Baca Juga: Peringatan dari Pakar, Bukan Tak Mungkin Ada Upaya Hancurkan Prabowo Lewat Kasus Keracunan MBG

"Kami datang untuk kedamaian, kami minta Pak Jokowi cinta NKRI. Jadi kami datang untuk kedamaian, bukan keonaran," tegas Bangun.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait: