- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Terdepak dari MSCI, Bank Jago Sebut Dampaknya ke Ekosistem Pasar Modal
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
PT Bank Jago Tbk (ARTO) mengakui keputusan rebalancing MSCI yang mengeluarkan saham perseroan dari Small Cap Index turut memberikan dampak terhadap bisnis perseroan, khususnya layanan yang berkaitan dengan ekosistem pasar modal.
Direktur Finance & Operations Bank Jago, Supranoto Prajogo, mengatakan perubahan komposisi indeks MSCI tidak hanya berdampak pada saham ARTO, tetapi juga menjadi bagian dari dinamika pasar modal Indonesia secara keseluruhan.
Menurutnya, efek tersebut turut terasa pada sejumlah layanan Bank Jago yang berkaitan dengan aktivitas pasar modal, termasuk rekening dana nasabah (RDN) dan layanan investasi.
Meski demikian, dia menilai keluarnya ARTO dari indeks MSCI tidak mengubah fundamental bisnis perseroan. Bank Jago masih mencatatkan pertumbuhan yang solid hingga semester I 2026.
“Kami dapat share di bulan Juni, kami mencatat pertumbuhan yang cukup menggembirakan, pertumbuhan kredit kami meningkat sebanyak 24 persen, aset meningkat 28 persen jadi Rp41,4 triliun,” ujar Supranoto dalam Public Expose Live 2026, Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Pertumbuhan kredit tersebut berjalan beriringan dengan kualitas aset yang tetap terjaga. Bank Jago mencatat rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) sekitar 0,8%, yang berada di bawah rata-rata NPL industri perbankan nasional.
Dari sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) Bank Jago mencapai Rp27,6 triliun pada akhir Juni 2026. Angka tersebut meningkat 23% dibandingkan posisi Rp22,4 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan bisnis juga tercermin dari jumlah nasabah. Hingga akhir Juni 2026, Bank Jago telah memiliki sekitar 20,1 juta nasabah, termasuk 14,7 juta nasabah funding yang menggunakan aplikasi Jago.
Kinerja keuangan turut menunjukkan tren positif. Sepanjang enam bulan pertama 2026, pendapatan bunga dan syariah bersih Bank Jago mencapai Rp1,49 triliun, meningkat dari Rp1,16 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Bank Jago Siapkan Akses Saham Luar Negeri, Perluas Ekosistem Investasi
Baca Juga: Bank Jago (ARTO) Belum Bagi Dividen, Tunggu Modal Ekspansi Cukup
Baca Juga: BEI Minta Penjelasan Saham ARTO Bergejolak, Ini Jawaban Bank Jago
Sementara itu, laba bersih perseroan naik menjadi Rp189 miliar dari sebelumnya Rp127 miliar. Dengan demikian, meskipun terdapat tekanan dari perubahan indeks MSCI, kinerja operasional Bank Jago tetap menunjukkan pertumbuhan.
Supranoto menegaskan perseroan akan tetap mengejar pertumbuhan dengan menjaga kualitas bisnis dan penerapan manajemen risiko.
“Secara overall, kami tetap mengupayakan pertumbuhan yang sehat, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan juga manajemen risiko,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan