Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pengacara: 'Dokter Tifa itu Sosok Wanita Pejuang Akhir Zaman, Satu-Satunya di Indonesia'

        Pengacara: 'Dokter Tifa itu Sosok Wanita Pejuang Akhir Zaman, Satu-Satunya di Indonesia' Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pengacara dr Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa, Bunga Karina Mastha menilai dr Tifa merupakan sosok yang berani karena memilih mengungkap kasus ijazah palsu Jokowi meski yang dilawan adalah orang nomor satu di Indonesia.

        Menurut Bunga, dr Tifa tidak semestinya dianggap menuduh pihak tertentu. Ia menyebut kliennya hanya menjalankan penelitian dan menyampaikan temuan yang diyakininya perlu diketahui publik.

        "Dia itu bukan kaleng-kaleng. Dia itu wanita pejuang akhir zaman ini. Berani, satu-satunya di Indonesia bahkan di dunia ini yang berani melawan orang nomor satu untuk mengungkap kebenaran dari penelitiannya,” kata Bunga.

        Bunga menegaskan, dr Tifa menurutnya tidak sedang membuat tuduhan, melainkan mengungkap kebenaran melalui penelitian yang dilakukannya.

        "Dia tidak menuduh, tapi hanya melakukan penelitian. Apa susahnya kita mendukung?” ujarnya.

        Bunga juga mempertanyakan alasan informasi mengenai ijazah seseorang harus ditutup apabila informasi tersebut berkaitan dengan kepentingan publik.

        Menurut dia, keterbukaan seharusnya menjadi pilihan ketika dokumen atau informasi yang dipersoalkan menyangkut pejabat publik.

        "Seharusnya kan yang namanya informasi publik kan dibuka saja. Saya juga kalau ditanya mana ijazah saya, saya tunjukin. Kenapa harus disembunyikan?” kata Bunga.

        Ia menilai keterbukaan dapat membantu menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat sekaligus mencegah munculnya spekulasi berkepanjangan.

        Bunga kemudian menegaskan keyakinannya terhadap sikap yang diambil pihaknya dalam menghadapi persoalan tersebut.

        "Pilihan kami itu bukan kaleng-kaleng, karena apa? Seorang laki-laki yang dipegang itu ucapannya,” ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: