30 Tahun Kembangkan Neuroscience, Siloam Lippo Village Tangani 20.000 Kasus Kompleks
Kredit Foto: Istimewa
Siloam Hospitals Lippo Village menandai 30 tahun pengembangan layanan neuroscience dengan memperkuat keahlian klinis, subspesialisasi, pendidikan, penelitian, dan pemanfaatan teknologi medis untuk menangani kasus neurologi dan bedah saraf kompleks.
Perjalanan tersebut dimulai dengan pembentukan Neuroscience Centre Siloam Hospitals Lippo Village pada 1996. Pengembangan layanan neuroscience tersebut turut dirintis Prof. Dr. Dr. dr. Eka Julianta Wahjoepramono, Sp.BS (K), PhD, yang juga melakukan prosedur bedah pada area batang otak atau brain stem surgery pertama di Asia Tenggara.
Hingga kini, Siloam Hospitals Lippo Village telah menangani lebih dari 20.000 kasus neuroscience kompleks dengan dukungan 16 dokter spesialis saraf dan 10 dokter spesialis bedah saraf.
Layanan yang dikembangkan mencakup neurointervensi, rehabilitasi saraf, neuro-onkologi, gangguan perilaku, penyakit neurodegeneratif, neurorestorasi, Memory & Aging Clinic, Pain Management, Deep Brain Stimulation (DBS), hingga penanganan stroke akut dan awake brain surgery.
Awake brain surgery merupakan prosedur bedah saraf kompleks yang telah dilakukan di rumah sakit tersebut selama hampir dua dekade. Prosedur ini menggunakan pendekatan multidisiplin dengan mempertahankan kesadaran pasien pada tahap tertentu selama operasi untuk membantu pemantauan fungsi saraf secara langsung.
Pengembangan layanan tersebut dilakukan di tengah kebutuhan penanganan penyakit saraf yang masih tinggi. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan yang dicantumkan dalam materi Siloam, stroke menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia dengan sekitar 337.000 kematian setiap tahun.
Dalam penanganan stroke, kecepatan dan ketepatan diagnosis, koordinasi multidisiplin, serta penerapan protokol klinis menjadi bagian penting dalam proses layanan. Siloam Hospitals Lippo Village mengembangkan stroke pathway terintegrasi dan protokol klinis terstandar yang didukung kemampuan diagnostik serta intervensi tingkat lanjut.
Rumah sakit tersebut juga tercatat sebagai rumah sakit pertama di Indonesia yang meraih Clinical Care Program Certification (CCPC) dari Joint Commission International (JCI) untuk Acute Ischemic Stroke Program.
Pengembangan neuroscience menjadi salah satu tema dalam The 2nd Siloam Neuroscience Summit 2026 bertajuk "Beyond Boundaries: Unlocking a New Era of Neuroscience". Forum tersebut sekaligus menjadi penanda 30 tahun Neuroscience Centre Siloam Hospitals Lippo Village.
Kegiatan tersebut mempertemukan praktisi, akademisi, dan tenaga kesehatan dari berbagai negara dengan menghadirkan lebih dari 55 pembicara nasional dan internasional. Forum diarahkan untuk memperkuat kolaborasi serta pertukaran pengetahuan di bidang neurologi dan bedah saraf.
CEO Siloam International Hospitals Caroline Riady mengatakan pengembangan layanan neuroscience selama tiga dekade dilakukan melalui investasi pada keahlian, teknologi, inovasi, dan kolaborasi.
Menurut dia, pengembangan layanan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan klinis, tetapi juga pendidikan dan penelitian sebagai bagian dari ekosistem neuroscience.
Memasuki perkembangan teknologi medis yang semakin cepat, layanan neuroscience juga menghadapi peluang baru melalui advanced imaging, neuromodulasi, artificial intelligence, precision medicine, dan teknologi bedah.
Baca Juga: Lansia RI Makin Banyak, AI Buka Pasar Baru di Sektor Kesehatan
Chairman The 2nd Siloam Neuroscience Summit 2026 Prof. Dr. dr. Yusak Mangara Tua Siahaan, Sp.N, Subs. NNK (K), FIPP, CIPS, mengatakan perkembangan neuroscience membutuhkan kolaborasi lintas disiplin dan pertukaran pengetahuan yang lebih terbuka.
Sementara itu, Prof. Dr. dr. Julius July, Sp.BS (K), M.Kes, IFAANS, menekankan bahwa perkembangan ilmu dan teknologi perlu diterjemahkan menjadi pelayanan yang lebih tepat, aman, dan memberikan hasil yang lebih baik bagi pasien.
Memasuki dekade keempat, Siloam Hospitals Lippo Village menyatakan akan melanjutkan pengembangan layanan neurologi dan bedah saraf untuk menghadapi kebutuhan pasien yang semakin kompleks. Pengembangan tersebut diarahkan pada layanan yang lebih terintegrasi dan berpusat pada pasien.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: