Kredit Foto: (Istimewa)
Badan Pusat Statistik (BPS) dalam hasil SUPAS 2025 mencatatkan bahwa Indonesia sudah masuk fase ageing population dengan proporsi penduduk lanjut usia (lansia) mencapai 11,97% pada 2025, naik dari angka 9,93% pada 2020 dan 8,47% pada 2015.
Perubahan demografi tersebut membuka kebutuhan baru di sektor kesehatan dan kebugaran, termasuk teknologi yang dapat membantu memantau mobilitas, risiko jatuh, hingga rehabilitasi.
PT Alita Praya Mitra dan Fujitsu Limited membawa teknologi kecerdasan buatan (AI) yakni skeleton recognition yang dapat mendigitalkan gerak tubuh manusia secara tiga dimensi hanya melalui rekaman kamera biasa. Adapun teknologi tersebut tidak memerlukan sensor yang dikenakan pada tubuh maupun studio motion capture khusus.
Direktur Utama Alita Joseph Lumban Gaol mengatakan teknologi tersebut membuka peluang penerapan analisis gerak di luar laboratorium yang selama ini membutuhkan peralatan mahal.
“Teknologi ini membuat analisis gerak yang tadinya hanya bisa dilakukan di laboratorium menjadi jauh lebih terjangkau. Bagi kami, ini bukan sekadar mendatangkan produk dari luar, tetapi Alita sebagai perusahaan teknologi lokal akan mengembangkan penggunaan teknologinya dengan konteks Indonesia agar benar-benar menjawab kebutuhan atlet, pelatih, dan tenaga kesehatan di Indonesia,” kata Joseph dalam keterangan resmi, Jumat (11/9/2026).
Salah satu penerapannya yakni Senior Functional Training untuk lansia demi kebugaran dan pengurangan risiko jatuh. Selain itu, teknologi yang sama juga dapat digunakan untuk gait analysis, peningkatan performa atlet, pencegahan cedera, dan pemantauan rehabilitasi.
Bagi perusahaan, teknologi tersebut sekaligus membuka segmen baru di luar basis pelanggan telekomunikasi, korporasi, dan institusi publik. Pengembangan dilakukan dalam kerja sama dengan Fujitsu melalui program Uvance Partner untuk menjajaki peluang bisnis di pasar Indonesia.
“Indonesia menyimpan peluang besar bagi teknologi yang mendukung kesehatan, performa manusia, dan kualitas hidup,” kata Naoko Otsuka, Corporate Executive Officer, EVP, Global Solutions Business Group Fujitsu Limited.
Ke depan, perusahaan berharap untuk bisa menjajanki kerja sama dengan pemangku kepentingan di sektor olahraga, kesehatan, dan pendidikan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: