Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bakal Jadi Beban Warga Jakarta, PSI Minta Pramono Kaji Ulang Rencana Penerbitan Obligasi

        Bakal Jadi Beban Warga Jakarta, PSI Minta Pramono Kaji Ulang Rencana Penerbitan Obligasi Kredit Foto: Andi Hidayat
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta meninjau kembali rencana penerbitan obligasi daerah atau Jakarta Bond. Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Kevin Wu menilai skema pembiayaan tersebut perlu dicermati dari sisi manfaat pembangunan dan kewajiban pengembalian dana dalam jangka panjang.

        “Ini yang juga masih menjadi plus-minus ya. Tentu kami memandang, khususnya dari fraksi PSI, kita minta itu ditinjau ulang terkait dengan obligasi,” ujar Kevin, mengutip laman Antara, Selasa (22/9/2026).

        Menurut Kevin, penerbitan obligasi daerah memiliki sisi positif karena dapat menjadi sumber dana untuk mempercepat pembangunan di Ibu Kota. Namun, pembiayaan melalui utang juga menciptakan kewajiban pengembalian dalam jangka waktu yang telah ditetapkan.

        “Ya, kalau obligasinya itu misalnya tujuh tahun, berarti kan ada beban yang memang belum tentu diselesaikan oleh gubernur sekarang. Dan itu yang tanggung siapa? Ya, warga Jakarta. Nah, ini harus dipertimbangkan dua sisi ya. Kalau kita bicara utang, bukan hanya uang yang didapat, tetapi bagaimana cara kita mengembalikannya,” papar Kevin.

        Kevin menyebut rencana penerbitan obligasi daerah sebagai sebuah terobosan baru. Namun, ia meminta Pemprov DKI mencermati lebih jauh risiko yang menyertai penerbitan tersebut, termasuk memastikan dana yang diperoleh digunakan untuk kebutuhan produktif masyarakat.

        “Memang ini adalah satu kebijakan yang bisa dikatakan breakthrough ya. Tapi, tentu kami minta ini perlu dicermati lebih jauh, bahkan dari Kementerian Keuangan sendiri minta ini juga ditinjau ulang lah, bahwa sebagai kasus pertama supaya ini well-planned digunakan benar-benar ke masyarakat, bukan hal-hal yang tidak produktif,” pungkasnya.

        Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membahas rencana penerbitan Jakarta Bond dalam pertemuan bilateral dengan Wali Kota New York Zohran Kwame Mamdani di Civic Hall, New York, Minggu (20/9/2026). Obligasi daerah tersebut direncanakan untuk mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur perkotaan.

        Baca Juga: Pramono Anung Lawan Purbaya Soal Obligasi Daerah

        Baca Juga: Tito Warning Pemda Hati-Hati Terbitkan Obligasi Daerah, Jangan Sampai Wariskan Beban Utang

        Baca Juga: Obligasi Daerah Jakarta, Perlukah Pemprov DKI Menambah Utang?

        Dalam pertemuan tersebut, Mamdani menyambut baik rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah. Ia bahkan menawarkan pertukaran pengetahuan antara tim keuangan New York dan Pemprov DKI Jakarta mengenai persiapan hingga proses penerbitan obligasi.

        “Saya sangat antusias dan mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah. New York juga telah menggunakan obligasi untuk membiayai pembangunan infrastruktur, termasuk pengolahan limbah dan berbagai fasilitas publik. Kami siap mengirimkan tim keuangan untuk berbagi pengalaman dengan Pemprov DKI Jakarta mengenai persiapan dan proses penerbitan obligasi daerah,” tutur Mamdani.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: