Kredit Foto: Nadia Khadijah Putri
Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menilai penggunaan pinjaman daring (Pindar) mulai bergeser dari pembiayaan usaha ke kebutuhan konsumsi sehari-hari. Perubahan tersebut menunjukkan Pindar mulai dimanfaatkan sebagai bantalan ekonomi bagi rumah tangga, terutama kelompok masyarakat yang belum sepenuhnya terlayani lembaga keuangan formal.
Ketua Umum AFPI Entjik S. Djafar mengatakan cakupan penggunaan Pindar tidak terbatas pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, pembiayaan konsumsi individu menjadi bagian dari fungsi industri dalam memperluas akses layanan keuangan.
“Penggunaan pindar untuk kebutuhan harian justru menunjukkan peran pindar sebagai bantalan ekonomi untuk menyangga konsumsi rumah tangga,” kata Entjik kepada Warta Ekonomi, Selasa (22/9/2026).
Entjik mengatakan perubahan kebutuhan pembiayaan tersebut berkaitan dengan masih besarnya kebutuhan pendanaan masyarakat yang belum sepenuhnya terpenuhi.
Ia menyoroti kesenjangan kredit di Indonesia yang diperkirakan mencapai Rp1.650 triliun. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi ruang bagi industri Pindar untuk melayani kelompok masyarakat yang belum memperoleh akses pembiayaan dari institusi keuangan konvensional.
“Ini sesuai dengan visi industri untuk memperluas inklusi dengan menyediakan akses keuangan bagi kelompok underserved,” ujarnya.
Baca Juga: Anak Muda Paling Banyak Pakai Pinjol, Tapi Sulit Bayar
Baca Juga: Utang Warga RI Makin Gemuk, Pinjol Tumbuh 24,76% hingga Tembus Rp105,63 Triliun
Baca Juga: OJK Batalkan Rencana Pembatasan Pinjaman Maksimal di 3 Pinjol, Masyarakat Kini Bebas Ngutang
Di tengah tekanan daya beli dan kondisi ekonomi, termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK), kebutuhan pendanaan masyarakat juga dapat berubah. Pindar menjadi salah satu kanal yang digunakan masyarakat ketika membutuhkan pembiayaan dengan akses yang relatif mudah.
Untuk mendukung penyaluran pembiayaan, AFPI memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan alternative credit scoring. Teknologi tersebut digunakan untuk membantu memastikan penyaluran pembiayaan sesuai dengan sasaran dan profil risiko konsumen.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri