- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Saham GOTO Kian Anjlok Jadi Rp37, Nilai Investasi Telkomsel Tergerus Rp5,53 Triliun
Kredit Foto: Istimewa
Nilai investasi PT Telkomsel di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tergerus tajam seiring penurunan harga saham perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Telkomsel merupakan anak usaha dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).
Berdasarkan perhitungan menggunakan data BEI, nilai pasar saham GOTO yang dimiliki Telkomsel kini jauh di bawah nilai investasinya saat pertama kali diperoleh.
Telkomsel tercatat memiliki sekitar 23,72 miliar saham GOTO atau setara dengan 1,99% dari total saham beredar. Dengan harga perolehan Rp270 per saham, nilai investasi awal tersebut mencapai sekitar Rp6,40 triliun.
Namun, harga saham GOTO terus melemah hingga berada di level Rp37 per saham menjelang penutupan perdagangan Senin (29/9/2026). Dengan harga tersebut, nilai pasar kepemilikan Telkomsel diperkirakan hanya tersisa sekitar Rp878 miliar.
Dengan demikian, terdapat selisih sekitar Rp5,53 triliun antara nilai perolehan awal dan nilai pasar saham GOTO yang dimiliki Telkomsel.
Jika dibandingkan dengan harga perolehannya, nilai kepemilikan tersebut telah menyusut sekitar 86,3%. Artinya, setiap Rp100 nilai investasi berdasarkan harga perolehan awal, kini nilai pasarnya hanya sekitar Rp13,70.
Baca Juga: GOTO Ambruk dari Gocap, Saham Terjun Bebas ke Rp43
Baca Juga: GOTO Hadapi Era Harga Baru, Manajemen Andalkan Fundamental Bisnis
Baca Juga: Investasinya Nyangkut di Saham GOTO, Ini Kata Telkomsel
Butuh Kenaikan Hampir 630% untuk Kembali ke Harga Beli
Pada harga Rp37 per saham, GOTO membutuhkan kenaikan sekitar 629,7% untuk kembali ke level harga perolehan Telkomsel, yakni Rp270 per saham. Artinya, harga saham GOTO harus meningkat sekitar 7,3 kali lipat dari posisi saat ini.
Besarnya persentase kenaikan tersebut tidak sama dengan persentase penurunan sebelumnya. Pasalnya, penurunan 86,3% dihitung dari harga awal Rp270, sedangkan kenaikan menuju Rp270 dihitung dari harga yang sudah turun menjadi Rp37.
Sebagai gambaran, saham yang turun dari Rp270 menjadi Rp37 memang kehilangan sekitar 86,3% nilainya. Namun, dari Rp37 untuk kembali ke Rp270, harga saham harus naik sekitar 630%.
Meski demikian, selisih sekitar Rp5,53 triliun tersebut belum dapat disebut sebagai kerugian yang telah direalisasikan. Angka tersebut merupakan penurunan nilai pasar atau floating loss berdasarkan harga saham saat ini.
Kerugian baru menjadi terealisasi apabila Telkomsel menjual saham GOTO tersebut pada harga yang lebih rendah dibandingkan harga perolehannya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan