Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        DPR Kirim Balasan Pedas ke Hasyim Soal 'Pasal Siluman' Gibran: Anda Sedang Nyaman Menikmati Hasil...

        DPR Kirim Balasan Pedas ke Hasyim Soal 'Pasal Siluman' Gibran: Anda Sedang Nyaman Menikmati Hasil... Kredit Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perseteruan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Eks Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari kian memanas tak terkendali menyusul saling lempar tuduhan mengenai siapa dalang di balik lolosnya Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024. Persoalan "pasal siluman" kini berubah menjadi ajang serangan personal yang menukik tajam.

        Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Golkar, Ahmad Doli Kurnia baru-baru ini meluapkan kegeramannya usai disentil dan disindir secara terbuka oleh Hasyim Asy'ari.

        Baca Juga: Elite Golkar: DPR Sudah Kantongi Bukti Valid 'Pasal Siluman' Penyelamat Gibran di Pilpres 2024

        Sebelumnya, Hasyim menyitir sebuah hadis lalu melontarkan pernyataan menohok kepada Doli dan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arsul Sani: "Karena itu, pada kesempatan ini saya ingin menyerukan kepada semua pihak, lupa boleh, munafik jangan."

        Doli tak terima dituding munafik dan lupa ingatan terkait pembahasan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 19 Tahun 2023. Ia menyebut pernyataan yang dilempar kepadanya adalah bentuk proyeksi psikologis atas dosa politik yang dilakukan oleh Hasyim. 

        "Jadi Saudara Hasyim itu sebenarnya sedang membicarakan atau menjelaskan tentang dirinya sendiri ya," tegas Doli, dikutip Selasa (23/10/2026).

        Lebih jauh, ia membongkar kembali rekam jejak kelam Hasyim di KPU. Doli menegaskan bahwa predikat munafik sejatinya sangat lekat pada diri sosok itu, yang dibuktikan dengan sanksi pemecatan beruntun yang pernah menimpanya.

        "Dia menggunakan kata 'lupa' dan 'munafik'. Dia lupa dia sudah pernah dua kali dipecat sebagai ketua lembaga pemilu karena kemunafikannya gitu," ungkap Doli.

        Kritik Doli tidak berhenti pada masa lalu Hasyim. Ia menyasar langsung pada kondisi sosok itu Pasca-Pilpres 2024. Doli dengan tajam menyindir bahwa mantan pemimpim lembaga pemilu itu bukannya merenungi kesalahan usai memfasilitasi masuknya dugaan regulasi selundupan, melainkan justru hidup nyaman dari hasil kompromi politik tersebut.

        "Dan dia menikmati kemunafikan itu," sentil Doli.

        Bagi Doli, segala bentuk pembelaan dan klarifikasi yang dilontarkan saat ini hanyalah manuver kosong untuk mencuci tangan dari tanggung jawab historis. Ia menegaskan bahwa pihaknya siap kapan saja dikonfrontasi secara terbuka.

        "Cuma karena ini sudah nyebut nama saya pribadi, ya saya harus jelaskan. Kalau memang mau dibuka, ya kita buka. Gitu ya, dan saya sudah siap," ujar Doli.

        Baca Juga: MDIS Singapura Akhirnya Bongkar Tuntas Jejak Akademik Wapres Gibran

        Ia mendorong koleganya untuk segera menggelar rapat dengar pendapat (RDP) agar publik bisa menilai langsung siapa sosok yang sebenarnya munafik dan bersembunyi di balik kekacauan regulasi Pemilu 2024.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: