Pertumbuhan Ekonomi AS Naik 1,4 Persen di Kuartal II-2016
Oleh: ,
Kredit Foto: Arif Hatta
Ekonomi Amerika Serikat (AS) tumbuh pada laju yang lebih cepat dari perkiraan pada tingkat tahunan sebesar 1,4 persen di kuartal kedua tahun ini, didorong oleh belanja konsumen yang kuat, demikian menurut data terbaru Departemen Perdagangan, Kamis (29/9/2016).
Mengutip AFP di Jakarta, Minggu?(2/10/2016), produk domestik bruto AS kuartal kedua diprediksi tumbuh pada tingkat 1,1 persen pada estimasi sebelumnya. Namun data terbaru menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS melampaui konsensus analis yang telah menyerukan revisi menjadi 1,3 persen.
Selain itu, pasar tenaga kerja AS juga menunjukkan tanda-tanda penguatan secara berkelanjutan, sebagaimana ditunjukan oleh rilisan Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis yang menunjukkan tingkat pengangguran AS tidak berubah pada tingkat 254.000 dalam sepekan yang berakhir pada 24 September.
Dalam rilisan data terbaru, yang bersumber dari satu set data lengkap yang digunakan dalam estimasi sebelumnya, Departemen Perdagangan mengatakan gambaran umum dari pertumbuhan ekonomi AS di kuartal kedua tetap sama.
Kepala ekonom di High Frequency Economics, Jim O'Sullivan, mengatakan bahwa pertumbuhan di kuartal kedua masih tampak lemah dengan revisi yang cukup kecil. Namun,data yang tersedia memberi sinyal penngkatan pada kuartal ketiga, katanya dalam sebuah catatan klien.
Belanja konsumen tumbuh secara kuat sebesar 4,3 persen pada kuartal kedua, menandakan pertumbuhan kuartalan tercepat kedua sejak 2006, dan menyumbang 2,88 presentase poin terhadap pertumbuhan PDB di kuartal kedua.
Ekspor bersih dan investasi bisnis, mulai memiliki kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Ekspor bersih memberikan kontribusi 0,18 persentase poin terhadap pertumbuhan PDB pada kuartal kedua, dibandingkan dengan kontribusi hampir nol pada kuartal pertama.
Selain itu, investasi non residensial meningkat 1 persen pada kuartal kedua, dan memberikan kontribusi sebesar 0,12 persentase poin terhadap pertumbuhan ekonomi.
Indeks harga PCE, indikator inflasi yang menjadi acuan The Fed, meningkat 2 persen pada kuartal kedua, dibandingkan dengan pertumbuhan sebesar 0,30 persen pada kuartal pertama.
Pada kongres yang digelar pada Rabu lalu, Gubernur Federal Reserve AS Janet Yellen mengatakan bahwa sebagian besar rekan-rekannya melihat bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk menaikkan suku bunga jika ekonomi terus berada di jalur saat ini.
The Fed mempertahankan suku bunganya pada pekan lalu dan mengatakan akan membutuhkan lebih banyak bukti bahwa inflasi dan pasar kerja terus meningkat sebelum menaikkan suku bunga.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Cahyo Prayogo
Tag Terkait: