Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bank Indonesia Kembali Gelar Pelatihan Wartawan Daerah di Jakarta

Bank Indonesia Kembali Gelar Pelatihan Wartawan Daerah di Jakarta Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bank Indonesia (BI) menggelar pelatihan bagi wartawan daerah di seluruh Indonesia di Museum Bank Indonesia Jakarta dari 9 - 12 Oktober 2016 untuk memperdalam pengetahuan wartawan yang kesehariannya meliput di bidang ekonomi dan bisnis perbankan.

"Pelatihan bagi para wartawan tersebut untuk meningkatkan pengetahuan serta wawasan wartawan tentang ekonomi dan bisnis perbankan," kata Kepala Perwakilan BI Nusa Tenggara Timur Naek Tigor Sinaga kepada Antara di Jakarta, Minggu (9/10/2016).

Sejumlah materi yang menjadi topik utama dalam pelatihan tersebut adalah pengendalian inflasi daerah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan program klaster pengendalian inflasi.

Selain itu, materi tentang kebijakan uang muka kredit atau pembiayaan dan peranannya terhadap pertumbuhan ekonomi yang akan disajikan oleh Bank Indonesia, akademisi, praktisi/pengamat dan redaktur ekonomi yang berkompoten.

Para peserta pelatihan juga akan diperkenalkan mengenai percetakan uang Republik Indonesia (Peruri) serta memperkenalkan uang palsu serta proses pemusnahan uang palsu.

Ia mengatakan sistem pembayaran nontunai dewasa ini berkembang dengan cepat seiring dengan perkembangan teknologi dan inovasi di pasar uang, sehingga keberadaan uang kertas dan uang logam yang disebut dengan uang kartal masih memegang peranan penting dalam perekonomian.

"Uang kartal masih merupakan alat pembayaran yang efisien khususnya untuk pembayaran transaksi yang bersifat perorangan dan yang bernilai nominal relatif kecil," katanya.

Disamping itu, katanya, uang kartal juga memiliki arti strategis dalam rangka menjaga kedaulatan suatu negara.

Setiap negara merdeka selalu berupaya untuk memiliki mata uang negara sendiri sebagai alat pembayaran yang sah di negara bersangkutan.

Penggunaan mata uang sendiri dinilai dapat menunjukkan kemandirian sebagai negara berdaulat.

"Sejarah perkembangan peradaban manusia menunjukkan bahwa uang memiliki peranan strategis dalam perekonomian terutama karena fungsi utamanya sebagai alat pembayaran sehingga pada awalnya sering diartikan bahwa uang adalah sesuatu yang dapat diterima umum sebagai alat pembayaran," katanya.

Namun, sejalan dengan perkembangan perekonomian khususnya di bidang keuangan, fungsi dan peranan uang juga mengalami perkembangan dan definisi uang juga mengalami penyesuaian dari waktu ke waktu.

Bank Indonesia sebagai Bank Sentral yang berdiri pada tahun 1953 sesungguhnya merupakan hasil nasionalisasi dari De Javasche Bank yang sebelumnya berfungsi sebagai bank sirkulasi.

Di Indonesia, kebijakan pengedaran uang dilakukan oleh Bank Indonesia yang kewenangannya diatur dalam Undang-Undang No.23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia.

"Kegiatan pengelolaan pengedaran uang tentunya mencakup kegiatan yang luas yakni mulai dari perencanaan, pengadaan dan pencetakan uang sampai dengan penarikan uang dari peredaran. (Ant)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Sucipto

Tag Terkait: