Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pemerintah Prediksi Inflasi 2017 Lebih Tinggi dari Tahun ini

Pemerintah Prediksi Inflasi 2017 Lebih Tinggi dari Tahun ini Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah memprediksi laju inflasi pada 2017 lebih tinggi dibanding 2016 seiring dengan peningkatan belanja atau konsumsi masyarakat.

"Untuk 2017 kami prediksi inflasi akan meningkat akibat dari belanja masyarakat yang meningkat karena kesejahteraan yang meningkat," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (11/10/2016).

Selain Mendag, pada Selasa pagi hingga siang Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah menteri antara lain Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri LHK Siti Nurbaya, Mentan Amran Sulaiman, dan Menko Kemaritiman/Plt Menteri ESDM Luhut B Panjaitan.

Mendag menyebutkan Presiden meminta Menko Perekonomian tetap dapat mengendalikan harga-harga kebutuhan dengan tidak menekan daya beli masyarakat.

"Presiden meminta kami untuk menjaga itu, Presiden minta agar dijaga serapan produksi dalam negeri dan pada saat yang sama jaga harga sehingga inflasi tahun ini yang diproyeksikan BI 3,5 persen benar-benar tercapai sehingga daya beli masyarakat terjaga dan kesejahteraan masyarakat meningkat," katanya.

Dalam kesempatan itu Mendag melaporkan bahwa harga pangan saat ini relatif stabil.

"Harga pangan relatif stabil, beliau meminta laporannya dan beliau juga memegang datanya," katanya.

Ia mengakui ada catatan harga cabai naik.

Menurut dia, penyebabnya pertama karena musim yaitu musim hujan sehingga produksi turun, kedua karena transportasi yang kurang lancar.

"Kami harapkan dalam waktu tidak terlalu lama akan stabil," katanya.

Mendag juga melaporkan bahwa harga bawang di tingkat petani turun hingga Rp13.000 per kg.

"Kami akan segera berkoordinasi dengan Bulog, untuk stabilisasi harga agar tidak turun terlalu jauh. Bulog harus membeli dengan harga Rp15.000 agar tidak turun lagi sehingga petani akan tetap terjamin untuk bertanam," katanya.

Sementara untuk harga gula, ia mengatakan dengan masuknya gula pasir dengan HET (harga eceran tertinggi) Rp12.500 per kg maka harga di beberapa daerah sudah turun.

"Kami juga sudah bersepakat dengan distributor agar konsumen dapat membeli gula dengan harga Rp12.500 per kg, nanti kami koordinasikan juga dengan produsennya," katanya.

Ia menyebutkan, meskipun ada penurunan harga gula, namun pemerintah juga mengupayakan agar petani tidak dirugikan.

"Kita jaga harga di tingkat petani dan konsumen," katanya.

Sementara itu mengenai harga daging, Mendag mengatakan dengan masuknya daging dari India 70.000 ton dalam waktu dekat, harga daging akan turun lagi.

"Target Rp80.000 per kg masih relevan, hanya mungkin jangka waktunya karena saat yang sama kita juga harus menjaga populasi sapi atau kerbau yang ada," katanya. (Ant)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Sucipto

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: