Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan, tren peningkatan pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta mengalami perlambatan pada triwulan III 2016. PDRB pada triwulan ini tercatat tumbuh 5,75% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (5,86%; yoy). Pertumbuhan ini berada di bawah perkiraan BI.
Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Doni P. Joewono mengatakan, sumber utama terjadinya perlambatan tersebut adalah akibat adanya pelemahan pada konsumsi pemerintah dan konsumsi rumah tangga.
"Serapan belanja APBD DKI Jakarta yang cukup baik hingga triwulan III 2016 tidak diimbangi dengan penyerapan belanja APBN melalui Kementerian/Lembaga," ujar Doni di Jakarta, Senin (7/11/2016).
Menurutnya, pada triwulan ini belanja K/L menurun tajam akibat adanya pengetatan belanja pemerintah terkait dengan shortfall penerimaan pajak. "Besarnya peran belanja Kementerian/Lembaga dalam komponen pengeluaran pemerintah di Provinsi DKI Jakarta berdampak pada lebih rendahnya pertumbuhan konsumsi pemerintah di Jakarta," tukasnya.
Sementara konsumsi rumah tangga juga menunjukkan perlambatan pada triwulan III 2016, terutama pada konsumsi transportasi, akomodasi, dan pendidikan yang terdampak oleh pelaksanaan libur panjang di awal triwulan. Pelemahan konsumsi rumah tangga tersebut juga tercermin dari turunnya penjualan mobil dan Indeks Tendensi Konsumen (BPS).??
"Kendati demikian, realisasi belanja modal pemerintah melalui proyek-proyek infrastruktur transportasi di DKI Jakarta, seperti MRT dan LRT mulai berdampak pada menguatnya kinerja investasi," paparnya.
Namun, membaiknya realisasi pembangunan infrastruktur oleh pemerintah tersebut masih belum diimbangi oleh aktivitas investor swasta yang masih melanjutkan perilaku wait-and-see.
"Meningkatnya belanja modal pemerintah, terutama terkait proyek-proyek infrastruktur, mendorong membaiknya kinerja lapangan usaha konstruksi. Di samping itu, peningkatan kunjungan wisman ke DKI Jakarta pada triwulan ini berdampak positif bagi kinerja ekspor barang dan jasa," imbuh Doni.
Melihat kondisi tersebut, Doni memperkirakan, peningkatan pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta diperkirakan masih akan tertahan pada triwulan IV 2016. Terbatasnya ruang fiskal terkait shortfall pajak akan menyebabkan kian melambatnya konsumsi pemerintah dalam mendorong kegiatan ekonomi.
"Di sisi lain, peran swasta dalam perekonomian diperkirakan masih terbatas terkait dengan masih tingginya ketidakpastian usaha, terutama selama proses pemilihan Gubernur DKI Jakarta berlangsung," tambahnya.
Meskipun demikian, percepatan realisasi belanja modal pemerintah diperkirakan dapat menahan perlambatan pertumbuhan ekonomi Jakarta lebih lanjut. Hal ini sejalan dengan rencana pemerintah untuk terus mendorong pembangunan infrastruktur.
"Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta akan terus memonitor berbagai perkembangan baik di tingkat regional, nasional, maupun eksternal, sekaligus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta," tutupnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Vicky Fadil