Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

China Tangkap 9 Orang Terkait Keruntuhan Pembangkit Listrik

China Tangkap 9 Orang Terkait Keruntuhan Pembangkit Listrik Kredit Foto: Cahyo Prayogo
Warta Ekonomi, Beijing -

Polisi China menahan sembilan orang, yang terlibat dalam pembangunan pembangkit listrik di wilayah timur negara itu, yang runtuh pada pekan lalu dan menewaskan 74 orang, kata kantor berita Xinhua pada Senin (28/11/2016).

Peristiwa itu terjadi pada Kamis pagi di Fengcheng, Provinsi Jiangxi, saat mereka bekerja di menara pendingin untuk pembangkit listrik bertenaga batu bara tersebut. Sebuah menara derek runtuh, memicu keruntuhan seluruh bangunan penyangganya.

Xinhua memberitakan, sembilan orang tersebut termasuk Ketua Teknik Menara Hebei Yineng, yang memiliki nama keluarga Zhang.

Media pemerintah mengatakan perusahaan itu bertanggung jawab atas pembangunan tersebut.

Pejabat perusahaan, yang dihubungi melalui telepon, menolak memberi tanggapan.

Xinhua mengatakan sembilan orang tersebut diduga "bertanggung jawab" dalam kecelakaan tersebut dan akan menghadapi tuduhan kriminal, tetapi Xinhua tidak memberikan detail lainnya kecuali proses penyelidikan akan terus berlanjut.

Media pemerintah mengatakan pekan lalu, 13 orang telah ditahan sehubungan dengan bencana tersebut. Xinhua tidak mengatakan apa yang terjadi dengan keempat orang lainnya.

Kecelakaan mematikan serupa relatif sering terjadi di lokasi industri di China, dimana kemarahan atas minimnya standar keselamatan pekerja pun berkembang. Tiga dekade pertumbuhan ekonomi yang cepat telah dirusak oleh insiden mulai dari bencana tambang hingga kebakaran pabrik.

Cina telah berjanji untuk memperbaiki catatan keselamatan pekerja yang buruk.

Presiden Xi Jinping mengatakan pihak berwenang akan menjadikan kejadian yang dibayar dengan darah setelah ledakan kimia di pelabuhan Kota Tianjin menewaskan lebih dari 170 orang tahun lalu sebagai pelajaran.

Tak lama setelah peristiwa ledakan tersebut, Yang Dongliang telah dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Direktur Administrasi Negara bidang Keselamatan Kerja dan kemudian juga dituduh melakukan tindakan korupsi.

Dalam pengadilan yang berakhir pada Kamis, dia mengaku menerima suap dan hadiah senilai 4,12 juta dolar AS. Hukuman untuk Yang akan diputuskan pada sidang pengadilan lainnya.

Kedua perkara Yang tersebut masing-masing berdiri sendiri, demikian Reuters melaporkan. (Ant)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Vicky Fadil

Tag Terkait: