Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Masih Awal Pekan, Rupiah Makin Lesu

Masih Awal Pekan, Rupiah Makin Lesu Kredit Foto: REUTERS/Edgar Su
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pergerakan nilai tukar rupiah di hadapan dolar AS sepanjang perdagangan awal pekan ini, Senin (14/01/2019) terpantau lesu. Rupiah harus merelakan diri bergerak di area zona merah. Hingga pukul 15.00 WIB, rupiah kian tertekan 0,66% ke level Rp14.138 per dolar AS. 

Tak hanya di hdaapan dolar AS, rupiah juga bergerak lesu di hampir seluruh mata uang dunia dan Asia. Rupiah melemah 0,46% di hadapan dolar Australia, melemah 0,67% di hadapan poundsterling Inggris, dan melemah 0,83% di hadapan euro. 

Sementara itu, di hadapan mata uang utama Asia, pergerakan rupiah tak jauh beda, alias sama-sama melemah. Rupiah melemah 0,63% terhadap yuan China, melemah 0,56% terhadap dolar Hongkong, melemah 1,01% terhadap yen Jepang, melemah 0,08% terhadap won Korea, melemah 0,54% terhadap dolar Singapura, dan melemah 0,44% terhadap dolar Taiwan. 

Lain rupiah, lain pula dolar AS. Meskipun terpantau melemah di beberapa mata uang kawasan dan Asia, namun pelemahannya tidak separah rupiah. Dolar AS terpantau hanya melemah 0,15% teradap euro, melemah 0,02% terhadap poundsterling Inggris, dan melemah 0,38% terhadap yen Jepang. 

Di mata uang lainnya? Dolar AS masih perkasa. Dolar AS menguat 0,19% terhadap dolar Australis, menguat 0,01% terhadap yuan China, menguat 0,04% terhadap dolar Hongkong, menguat 0,40% terhadap won Korea, menguat 0,07% terhadap dolar Singapura, dan menguat 0,15% terhadap dolar Taiwan. 

Melemahnya rupiah pada perdagangan spot awal pekan ini disinyalir terjadi akibat minimnya pemasukan atau arus modal ke Indonesia. Alhasil, aset-aset berisiko yang berada di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya harus rela mengalami tekanan jual. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Lestari Ningsih
Editor: Lestari Ningsih

Advertisement

Bagikan Artikel: