Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kuasai 80% Pasar, Go-Food Apresiasi Mitra dan Pelanggan Lewat Harkulnas

Kuasai 80% Pasar, Go-Food Apresiasi Mitra dan Pelanggan Lewat Harkulnas Kredit Foto: Ning Rahayu
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 2015, Go-Food kini telah berkembang menjadi layanan online food delivery yang besar di Indonesia dan Asia Tenggara dengan menggandeng lebih dari 400.000 mitra merchant, yang 96% diantaranya merupakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) kuliner. 

Catherine Hindra Sutjahyo, Chief Food Officer Go-Jek Group, menuturkan, pihaknya bangga mitra merchant Go-Food bisa turut memberikan kontribusi nyata kepada perekonomian melalui pemanfaatan teknologi.

"Kunci kesuksesan Go-Food dalam mendorong peningkatan bisnis merchant, tidak hanya dengan memberikan akses langsung kepada pasar, tapi juga memahami kebutuhan mereka dengan menciptakan ekosistem teknologi yang bisa menjawab kebutuhan mereka dari hulu ke hilir," ujar Catherin, Rabu (24/4/2019).

Baca Juga: Go-Jek: Go-Food 4 Kali Lebih Besar dari Kompetitor

Berkat teknologi Go-Jek, mitra merchant Go-Food dapat terus mengembangkan skala bisnisnya. Mitra UMKM Go-Food rata-rata mengalami peningkatan omzet 3,5 kali lipat sejak mereka bergabung. 

“Bukan tidak mungkin, usaha mitra merchant yang terus berkembang ini akan menciptakan lapangan kerja baru yang mampu menyerap ribuan bahkan jutaan tenaga kerja,” imbuh Catherine.

Go-Food kini menguasai pangsa pasar online food delivery di Indonesia yang mencapai 80% atau minimal 4 kali lipat lebih besar dari penyedia layanan sejenis. Hal ini juga didukung kuat oleh jumlah order Go-Food yang tumbuh tujuh kali lipat dalam 2 (dua) tahun terakhir.

Baca Juga: Hadapi Persaingan dengan Go-Food, Grab Buka 2 GrabKitchen Baru di Jakarta Utara

Go-Food juga dinilai memberikan kontribusi yang signifikan pada perekonomian Indonesia, yaitu sebesar Rp18 triliun, menurut hasil riset Lembaga Demografi FEB UI (LD FEB UI) baru-baru ini.

Riset ini juga melansir bahwa peningkatan volume dan omzet bisnis memacu mitra UMKM untuk terus mengembangkan usahanya. Hal ini ditunjukkan dari 85% responden UMKM yang menginvestasikan kembali pendapatannya dari Go-Food ke dalam usaha mereka. 

Merayakan keberhasilan ini, Go-Food kembali menggelar Hari Kuliner Nasional (Harkulnas) Go-Food untuk mengapresiasi puluhan ribu merchant, jutaan driver dan puluhan juta pelanggan setia Go-Food yang turut berperan dalam mendorong kontribusi ekosistem Go-Food kepada perekonomian Indonesia. 

Program Harkulnas Go-Food tahun kedua ini dilakukan selama 20 hari di 16 kota di seluruh Indonesia, lebih panjang periode dan cakupan kotanya dibandingkan dengan tahun lalu. 

Baca Juga: Heru Tuduh Warga Pendatang DKI Bebani APBD, Pengamat Tegas: Rakyat Jadi Beban Itu Wajar, yang Tidak Wajar Pemerintah Jadi Beban Rakyat!

Penulis: Ning Rahayu
Editor: Kumairoh

Advertisement

Bagikan Artikel: