Kredit Foto: Reuters/Erik De Castro
"Kami telah dikhianati sebelumnya," katanya. "Semua keuntungan yang kami raih berkat darah para martir ini. Darah mereka tidak akan sia-sia," ujarnya.
Di sekelilingnya, wanita berjongkok di samping kuburan, mata mereka merah karena air mata.
Ratusan orang telah berdatangan ke kuburan untuk mengubur para petempur yang tewas dalam pertempuran di perbatasan baru-baru ini. Potret para "martir" terpampang di peti mati dan disematkan pada pakaian.
Baca Juga: Pemerintah Suriah Perintahkan Kelompok Kurdi untuk Serang Turki
Mengenakan seragam militer, seorang petempur Kurdi perempuan menempelkan tubuhnya ke peti mati berwarna-warni, yang ditopang oleh lautan pelayat.
Dia membelai tutup peti mati, karangan bunga yang cocok dengan pola di jilbab hitamnya.
Di tengah kerumunan di bawah, seorang wanita lain membisikkan kata-kata yang tak terdengar saat dia membelai peti mati yang serupa, dihiasi pita, bunga, dan selembar kain merah.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Editor: Muhammad Syahrianto