Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

MUI: Jangan Sweeping Atribut Natal, Ya...

MUI: Jangan Sweeping Atribut Natal, Ya... Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta semua elemen masyarakat agar tidak melakukan sweeping di pusat perbelanjaan maupun perkantoran terkait masalah atribut Natal. Sebab, menurut pimpinan MUI, Islam sangat menghormati terhadap pemeluk agama lain yang sedang merayakan perayaan Natal tersebut.

"Jangan lah, sweeping itu pekerjaan dari kepolisian. Umat Islam menghormati bertoleransi dalam masalah agama ini," kata Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa'adi, di kantor MUI di Jakarta Pusat, Rabu (18/12/2019).

Baca Juga: MUI Gak Nyangka Ustad Somad Begitu, Sangat...

Untuk itu, ia meminta kepada semua masyarakat dalam momentum perayaan Natal bagi umat kristiani tersebut agar lebih mengedepankan masalah perdamaian di antara manusia.

"Kita semua bisa menjaga kerukunan. Menjaga ukhuwah wathoniyah ya dalam rangka kehidupan masyarakat yang harmonis masyarakat yang cinta damai," kata Zainut.

Sebenarnya, kata dia, MUI sendiri tidak pernah mengeluarkan fatwa terkait pengucapan Natal kepada umat kristiani karena ada perbedaan pandangan ulama terkait masalah hal tersebut. "Kami tidak pernah mengeluarkan fatwa untuk itu. Ya, ada perbedaan pendapat di antara para ulama terkait dengan masalah Natal. Karena ulama memiliki perbedaan pendapat hal itu, kita menghormati lah," lanjut dia.

Sementara itu, kepolisian menjamin tidak akan ada razia ormas terkait Natal. Jika nanti ditemukan adanya ormas yang melakukan razia, polisi akan menindak tegas.

Untuk mencegah terjadinya razia, Polda Metro Jaya mengajak ormas ikut melakukan pengamanan saat Natal dan Tahun Baru. Ajakan itu mendapatkan respons positif. Sejumlah ormas mau membantu aparat menciptakan kondisi yang aman pada saat akhir tahun.

"Kapolda mengajak teman ormas dan menyatakan akan membantu aparat menjaga toleransi beragama. Ada beberapa ormas mengerahkan kekuatan menjaga gereja yang ada berpatroli dengan aparat," tutupnya.

Baca Juga: OJK dan LPS Atur Kriteria Peserta Asuransi yang bisa Masuk Penjaminan Polis

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan Viva.

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Bagikan Artikel: