Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Lansia Tidak Perlu Terlalu Khawatir Makan Kacang-Sayuran Hijau Karena...

Lansia Tidak Perlu Terlalu Khawatir Makan Kacang-Sayuran Hijau Karena... Kredit Foto: Kementan
Warta Ekonomi -

Tidak sedikit orang berusia lanjut (lansia) yang khawatir asam uratnya kambuh saat mengonsumsi sayuran dalam kesehariannya. Padahal, tubuhnya juga tetap butuh asupan serat, termasuk yang bisa didapatkan dari mengonsumsi sayuran.

Selain sayuran hijau, kacang juga dikhawatirkan memicu kenaikan kadar asam urat dalam darah. Padahal, keduanya bukan makanan utama penyebab kambuhnya gejala asam urat.

"Kadar asam urat naik justru bukan dari kacang dan sayur," kata dokter spesialis gizi dr. Marya Haryono, MGizi, Sp.GK, FINEM.

Menurut dr. Marya, asam urat memang mudah sekali tinggi, terlebih apabila seseorang mengonsumsi banyak kolesterol, seperti jeroan dan daging merah. Bahkan, gout juga ada hubungannya dengan makanan terlalu manis.

Baca Juga: Sedang Diet? Yuk Optimalkan dengan Mengonsumsi Seledri, Ini Manfaatnya

"Yang bikin asam urat justru seperti daging dan jeroan," kata dr. Marya dalam peluncuran suplemen kesehatan Fibe Mini, Kamis (9/9).

Marya menjelaskan, lansia bisa mencari alternatif yang sesuai andaikan terlalu takut dengan sayuran hijau dan atau kacang-kacangan. Sayuran yang tidak berwarna hijau dan beralih dari kacang ke tahu atau tempe bisa dilakukan.

"Selain itu, sebenarnya masalah asam urat bukan semata-mata karena makanan, kadang-kadang bawaan kecenderungan tinggi," ujar dr. Marya.

Selain konsumsi serat, nutrisi harian dan gizi seimbang tetap perlu diperhatikan. Serat merupakan salah satu elemen penting untuk kesehatan.

Faktanya, 95 persen orang Indonesia kekurangan konsumsi serat, setiap harinya. Mereka hanya konsumsi sekitar 27 persen (8 gr dari 30 gr anjuran harian) kebutuhan serat harian dari makanan sehari-hari.

Baca Juga: Suka Mengonsumsi Bawang Putih? Ini Manfaat Kesehatannya untuk Tubuh

Gaya hidup, terutama pola makan yang tidak seimbang serta rendah serat, dapat berujung pada sistem pencernaan yang tidak sehat. Ujungnya, kondisi itu dapat berdampak serius terhadap kondisi kesehatan.

Penting juga bagi lansia untuk memperhatikan asupan cairan. Hal yang yang tidak kalah wajib adalah latihan atau olahraga sesuai kemampuan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel: