Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pentolan Taliban Dimintai Tolong Hamas Bantu Perjuangan Rakyat Palestina

Pentolan Taliban Dimintai Tolong Hamas Bantu Perjuangan Rakyat Palestina Kredit Foto: Sindonews
Warta Ekonomi, Gaza -

Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh telah melakukan pembicaraan via telepon dengan Menteri Luar Negeri Taliban Amir Mutaqqi pada Sabtu (2/10/2021). Pada kesempatan itu, Haniyeh memuji keberhasilan Taliban membuat pasukan Amerika Serikat (AS) hengkang dari Afghanistan.

Dalam pembicaraan tersebut, Haniyeh turut menyuarakan harapan bahwa Taliban dapat berperan dalam mendukung rakyat Palestina membebaskan Yerusalem dari pendudukan Israel. Haniyeh menekankan perlunya menyinggung Palestina dalam pidato Kementerian Luar Negeri Afghanistan.

Baca Juga: Potensi Kerusuhan Besar Hamas vs Israel, Amerika Sampai Lakukan ini

“Terutama Yerusalem dan pelanggaran (Israel) yang sedang berlangsung di sana,” kata Hamas dalam sebuah pernyataan, dilaporkan Anadolu Agency.

Mutaqqi kemudian mengutarakan kebanggaan atas perjuangan rakyat Palestina melawan pendudukan Israel. Ia pun memuji ketabahan mereka di Yerusalem. Pada pertengahan Agustus lalu, Taliban berhasil merebut kendali atas Afghanistan.

Hal itu kemudian disusul dengan keputusan Amerika Serikat (AS) menarik seluruh pasukannya dari negara tersebut. Washington telah menjalankan misi di Afghanistan selama 20 tahun. Ia menjadi sekutu utama pemerintahan Afghanistan sebelumnya dalam memerangi Taliban.

Pada September lalu, Taliban telah mengumumkan susunan kabinet baru. Mereka yang bertanggung jawab dalam mengelola dan menjalankan pemerintahan baru di Afghanistan.

Namun kabinet pemerintahan Taliban menuai kritik luas karena dianggap tak inklusif. Sebab seluruh pos jabatan diisi oleh anggota atau simpatisan Taliban.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan