Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Makan Mi Instan Ternyata Memiliki Kaitan dengan Risiko Diabetes Tipe 2 pada Wanita

Makan Mi Instan Ternyata Memiliki Kaitan dengan Risiko Diabetes Tipe 2 pada Wanita Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Meski sudah ada beebrapa varian mi instan yang mengkalim produk sehat, tidak bisa dimungkiri yang saat ini masih menyebar di masyarakat adalah mi instan yang minim manfaat kesehatan bahkan berisiko menghadirkan masalah kesehatan.

Bukannya tanpa alasan, dijelaskan bahwa mi instan sangat terkait dengan salah satu penyakit kronis yakni diabetes.

Baca Juga: Lebih Sehat dengan Serat: Ini Manfaat Kesehatan Makanan Kaya Serat untuk Penderita Diabetes

Mi instan memiliki karbohidrat dalam jumlah tinggi dan suplemen energi instan yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kadar glukosa darah dalam waktu cepat. Banyaknya zat aditif, perasa buatan, dan tambahan pengawet membuat mie ini semakin berbahaya bagi tubuh.

Bagi Anda yang seorang wanita terlebih yang belum diidagnosis mengidap diabetes, mungkin harus mempertimbangkan lagi untuk mengonsumsi mi instan. Hal ini karena ternyata terdapat keterkaitan risiko konsumi mi instan dengan diabetes tipe 2 pada wanita.

Melansir laman diabetes.co.uk, Penelitian baru menunjukkan tingginya insiden sindrom metabolik yang mengejutkan terkait dengan konsumsi mi instan pada wanita.

Para peneliti dari universitas di Korea Selatan, Boston dan Dallas mempelajari 10.711 warga Korea Selatan, berusia antara 19 dan 64 tahun.

Baca Juga: Waduh… Diabetes Ternyata Punya Hubungan dengan Asam Urat, Kok Bisa?

Studi ini menyebut bahwa mereka yang paling cocok dengan pola makanan cepat saji lebih cenderung mengalami obesitas dan memiliki kadar kolesterol LDL yang tinggi, tidak ada perbedaan signifikan yang diamati pada tingkat sindrom metabolik (pradiabetes atau diabetes tipe 2) antara pola diet yang berbeda.

Lebih mengejutkan lagi, ketika para peneliti melihat secara spesifik hasil konsumsi mi instan, mereka menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi mi instan dua kali seminggu atau lebih, 68% lebih mungkin mengembangkan intoleransi glukosa. Sebagai perbandingan, pria yang mengonsumsi mie instan dua kali atau lebih per minggu menunjukkan risiko sindrom metabolik 7% lebih rendah.

Baca Juga: Makan Camilan Malam Hari untuk Penderita Diabetes Boleh Kok, Tapi…

Baca Juga: Perluas Akses Pembiayaan, Bank Jago Tingkatkan Kerja Sama dengan BFI Finance hingga Gojek Tokopedia (GOTO)

Penulis: Bayu Muhardianto
Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: