Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Jadi yang Pertama, Inggris Izinkan Molnupiravir Jadi Obat Covid-19

Jadi yang Pertama, Inggris Izinkan Molnupiravir Jadi Obat Covid-19 Kredit Foto: Unsplash/Christina Victoria Craft
Warta Ekonomi -

Inggris menjadi negara pertama di dunia yang memberikan izin otorisasi bersyarat untuk molnupiravir. Molnupiravir merupakan obat antivirus dalam sediaan pil yang dikembangkan oleh Merck.

Molnupiravir ditujukan untuk pasien Covid-19 berusia 18 tahun ke atas dan memiliki setidaknya satu faktor risiko untuk mengalami Covid-19 berat. Beberapa contoh dari faktor risiko tersebut adalah obesitas dan penyakit jantung.

Baca Juga: Penderita Diabetes Masih Mau Makan Nasi Putih? Tenang! Anda Bisa Makan dengan Porsi…

Pada pasien Covid-19 bergejala ringan hingga sedang yang memenuhi indikasi tersebut, molnupiravir perlu diminum sebanyak empat pil, dua kali per hari selama lima hari. Molnupiravir dapat memabntu meredakan gejala Covid-19 sekaligus mempercepat masa pemulihan.

Penggunaan obat ini diharapkan dapat membantu menurunkan beban kasus Covid-19 di rumah sakit sekaligus memperkecil penyebaran kasus di negara-negara miskin. Kehadiran obat ini juga bisa sangat bermanfaat bagi orang-orang yang tidak bisa merespons vaksinasi dengan baik.

Kehadiran molnupiravir pun turut melengkapi upaya pengendalian pandemi yang membutuhkan dua pendekatan. Pendekatan tersebut adalah pencegahan yang dicapai dengan protokol kesehatan dan vaksinasi, serta pengobatan melalui obat-obatan atau terapi medis.

Saat ini, beberapa negara juga sedang meneliti keamanan molnupiravir sebelum mereka mengeluarkan izin penggunaan terhadap obat tersebut. Food and Drug Administration Amerika Serikat misalnya, telah mengumumkan pada bulan lalu bahwa mereka akan mengumpulkan ahli independen untuk memeriksa keamanan dan efektivitas molnupiravir mulai pengujung November.

Baca Juga: Wah Jarang Diketahui Nih… Tanaman Mimba Ternyata Punya Manfaat untuk Masalah Diabetes

Pasokan awal obat molnupiravir masih akan sangat terbatas. Merck selaku produsen mengungkapkan bahwa mereka bisa memproduksi hingga 10 juta course pengobatan sampai akhir tahun nanti. Akan tetapi, sebagian besar pasokan tersebut telah dibeli oleh pemerintah-pemerintah di banyak negara.

Di Inggris, pemerintah telah berhasil mengamankan sebanyak 480 ribu obat molnupiravir. Ribuan warga Inggris yang rentan diperkirakan sudah bisa mendapatkan akses terhadap obat tersebut pada musim dingin tahun ini.

"Hari ini merupakan hari bersejarah bagi negara kami, karena Inggris menjadi negara pertama di dunia yang mengizinkan (obat) antivirus untuk Covid-19 yang bisa diminum di rumah," jelas Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid, seperti dilansir AP, Jumat (5/11).

Pada September, Merck sempat mengumumkan temuan awal mengenai molnupiravir. Dalam temuan awal tersebut, molnupiravir tampak efektif dalam menurunkan tingkat perawatan di rumah sakit dan kematian pada setengah pasien dengan gejala awal Covid-19.

Sejauh ini, Merck belum mengungkapkan secara perinci mengenai efek samping dari molnupiravir. Akan tetapi, Merck mengatakan, tingkat efek samping yang ditemukan pada partisipan studi yang mendapatkan molnupiravir atau plasebo adalah setara.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan