Meski Turun, BI Klaim Ekonomi RI Masih Lebih Oke Dibanding Tetangga Sebelah

Meski Turun, BI Klaim Ekonomi RI Masih Lebih Oke Dibanding Tetangga Sebelah Kredit Foto: Fajar Sulaiman

Walaupun mengalami penurunan, Bank Indonesia (BI) menilai ekonomi RI di Kuartal III 2021 masih lebih baik dibandingkan negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia. Tercatat, ekonomi Indonesia pada kuartal III 2021 tumbuh 3,51 persen, lebih lambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang sempat mencapai 7,07 persen.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) IGP Wira Kusuma mengatakan, perekonomian Thailand dan Malaysia masih mengalami kontraksi pada kuartal III. Sementara di saat yang sama, ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan positif yang didorong oleh ekspor.

"Kita lihat perekonomian domestik di kuartal III, perekonomian melambat dari kuartal II menjadi sekitar 3,51 persen. Ini lebih banyak disumbang oleh pertumbuhan net ekspor. Kalau dibandingkan peer country, 3,5 persen itu sudah cukup baik, menunjukkan bahwa pemulihan tetap berjalan, tetap positif 3,5 persen," kata dia dalam pelatihan wartawan BI di Surabaya, akhir pekan kemarin. Baca Juga: Alhamdulillah, Masyarakat Menengah Atas Mulai Belanjakan Cuannya

Tak hanya pertumbuhan ekonomi yang positif, sejumlah sektor juga masih mencatatkan peningkatan kinerja pada kuartal III tahun ini. Misalnya industri pengolahan, perdagangan, pertanian yang menjadi penggerak utama ekonomi meningkat, sehingga mendukung pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19.

"Kalau kita lihat level PDB harga konstan, kuartal III sudah lebih tinggi dari precovid secara level. Boleh dibilang perbaikan ekonomi sudah melewati pre pandemi secara level, itu didorong net ekspor yang lebih tinggi. Jadi ekspor inilah yang akan membantu ke depan, kita expect akan juga mengikuti perkembangan ekspornya," ungkap dia.

Dalam kesempatan yang sama, Ekonom Senior The Indonesia Economic Intelligence Sunarsip sependapat dengan yang disampaikan IGP Wira Kusuma.

"Karena kita lihat minusnya kita tidak terlalu drop, negara-negara lain pasca Covid-19 minusnya ada yang delapan sampai sembilan persen, kita minusnya hanya dua persen lebih. Kalaupun sekarang tumbuh 3,51 persen, basenya kita sudah tinggi sehingga memang bisa di-push lebih tinggi lagi," ungkapnya.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi ini tak lepas dari kontribusi dari berbagai pihak mulai dari pemerintah, BI, maupun otoritas lainnya. Pasalnya pemerintah selama pandemi covid-19 memberikan berbagai stimulus seperti program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan biaya ratusan triliun.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini