Alhamdulillah, Masyarakat Menengah Atas Mulai Belanjakan Cuannya

Alhamdulillah, Masyarakat Menengah Atas Mulai Belanjakan Cuannya Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat mengandalkan konsumsi rumah tangga (RT). Oleh sebab itu, ketika konsumsi turun, maka pertumbuhan ekonomi pun ikut merosot. Hal ini seperti yang terjadi pada triwulan III 2021 dimana ekonomi Indonesia hanya tumbuh sebesar 3,51% (yoy), lebih rendah dari capaian triwulan sebelumnya sebesar 7,07% (yoy).

Salah satu penyebab adalah anjloknya konsumsi rumah tangga di Triwulan III yang hanya tumbuh 1,03% (yoy), lebih rendah dari capaian triwulan II 2021 sebesar 5,96% (yoy), seiring penurunan mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Ekonom Senior The Indonesia Economic Intelligence Sunarsip mengatakan, konsumsi RT selama ini dipengaruhi oleh struktur daya beli masyarakat berpenghasilan menengah tinggi dan menengah ke bawah. Baca Juga: Didukung Ekspor, BI Prediksi Ekonomi Triwulan IV Terus Membaik

"Yang menengah tinggi tidak belanja karena lebih ke motif berjaga-jaga itu bisa dilihat angka tabungan deposito cukup tinggi di pandemi karena lebih ingin berjaga-jaga apakah pandemi ini jangka pendek atau panjang," ujarnya saat Pelatihan Wartawan BI di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (20/11/2021).

Namun, seiring penanganan Covid-19 yang terkendali dan dilonggarkannya mobilitas masyarakat, kelompok masyarakat menengah atas mulai membelanjakan uangnya. Hal ini terlihat dari mulai berkurangnya posisi DPK di Perbankan dimana pada September 2021 tercatat 7,69% (yoy), menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 8,81%, bahkan 10,43% di bulan Juli 2021.

"Artinya masyarakat yang notabene masyarakat menengah atas sudah mulai membelanjakan duitnya, jadi memang game changernya sejauh mana penanganan covid bagus atau tidak. Sekarang seluruh daerah sudah level I, mayoritas ini dimanfaatkan masyarakat untuk spending," pungkasnya. Baca Juga: BI Klaim Pemulihan Ekonomi Global Sesuai Prediksi Meski Dibayangi...

Lebih lanjut, untuk yang masyarakat menengah rata-rata aktivitas belanjanya yakni belanja pangan, belanja kesehatan, pendidikan dan perumahan. Dan saat ini indeks harga perumahan, penjualan otomotif mulai meningkat meskipun peningkatan itu juga ditopang beberapa insentif oleh pemerintah melalui PPN di sektor perumahan dan otomotif.

"Saya optimis kalau situasi ini bisa dijaga ke depan rasanya kita punya peluang untuk meningkatkan domestic demand hanya yang perlu didorong dari belanja pemerintah. Saat ini belanja pem untuk investasi itu tinggi sekali. Investasi swasta yang kita harapkan kalau kita bisa mendorong investasi swasta dengan menyelesaikan persoalan di tingkat korporasi, kita punya peluang secara  simultan pertumbuhan ekonomi tumbuh lebih tinggi," tukasnya.

Investasi terbaik ialah investasi leher ke atas. Yuk, tingkatkan kemampuan dan keterampilan diri Anda dengan mengikuti kelas-kelas di WE Academy. Daftar di sini.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini