Demi Mengembalikan Situasi, Pemerintah Bayangan Myanmar Sukses Kumpulkan Rp90 Miliar

Demi Mengembalikan Situasi, Pemerintah Bayangan Myanmar Sukses Kumpulkan Rp90 Miliar Kredit Foto: Reuters/Stringer

Upaya pemerintah bayangan Myanmar untuk merebut kembali pemerintahan dari junta makin gencar. Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) baru saja mengumpulkan 6,3 juta dolar AS atau sekitar Rp90 miliar dari penjualan obligasi, Senin (22/11/2021).

Ini merupakan upaya perdana NUG menjual obligasi mereka. Obligasi mulai dijual pada Senin (22/11) untuk sebagian besar warga negara Myanmar di luar negeri dalam denominasi 100 dolar AS (Rp1,5 juta), 500 dolar AS (7,1 juta), 1000 dolar AS (15 juta) dan 5.000 dolar AS (Rp71 juta) dengan return selama dua tahun.

Baca Juga: Mayoritas Negara ASEAN Tolak Lobi China atas Myanmar, Respons Indonesia Bikin Tepuk Tangan

Meskipun obligasi tersebut tidak akan menghasilkan pendapatan bunga bagi pembeli, nilai 3 juta dolar AS (Rp42 miliar) terjual dalam tiga jam pertama. Penjualan obligasi kemudian meningkat menjadi 6,3 juta dolar pada hari terakhir, Selasa (23/11).

“Dari sini saya menyaksikan antusiasme masyarakat dalam kasus pencopotan militer fasis,” kata juru bicara NUG Sasa di Facebook dikutip Channel News Asia, Selasa (23/11).

NUG belum mengungkapkan bagaimana dana tersebut akan digunakan. NUG mengatakan, pembeli obligasi melakukan pembayaran melalui transfer internasional ke rekening di Ceko.

Kelompok oposisi telah mencoba untuk menghalangi upaya militer dalam mengkonsolidasikan kekuasaan. Kelompok oposisi mendorong orang untuk tidak membayar pajak dan bergabung dengan aksi pembangkangan sipil, dan melakukan boikot bisnis yang terkait dengan militer.

Investasi terbaik ialah investasi leher ke atas. Yuk, tingkatkan kemampuan dan keterampilan diri Anda dengan mengikuti kelas-kelas di WE Academy. Daftar di sini.

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini