Baru 12 Jam Menjabat, Perdana Menteri Swedia Ajukan Resign karena...

Baru 12 Jam Menjabat, Perdana Menteri Swedia Ajukan Resign karena... Kredit Foto: Flickr/Stefan Lins

Perdana menteri wanita pertama Swedia mengundurkan diri pada hari Rabu setelah kurang dari 12 jam menduduki jabatan puncak.

Hal itu  setelah Partai Hijau keluar dari koalisinya, menjerumuskan negara itu ke dalam ketidakpastian politik.

Tetapi Magdalena Andersson, pemimpin Sosial Demokrat, mengatakan dia telah mengatakan kepada ketua parlemen bahwa dia berharap untuk ditunjuk sebagai perdana menteri lagi sebagai kepala pemerintahan satu partai.

Partai Hijau mundur setelah parlemen menolak RUU anggaran koalisi.

"Saya telah meminta untuk dibebaskan dari tugas saya sebagai perdana menteri," kata Andersson pada konferensi pers. 

Namun dia mengatakan bahwa dirinya siap menjadi perdana menteri dalam satu partai, pemerintahan Sosial Demokrat.

Peluang Andersson memiliki peluang besar untuk diangkat kembali. Partai Hijau mengatakan akan mendukungnya dalam setiap pemungutan suara konfirmasi baru di parlemen.

Sementara Partai Tengah telah berjanji untuk abstain, yang dalam praktiknya sama dengan mendukung pencalonannya.

Partai Kiri telah mengatakan akan mendukungnya.

Sementara partai-partai ini tidak dapat menyepakati anggaran, mereka bersatu dalam tujuan menjaga agar Partai Demokrat Swedia, sebuah partai populis, anti-imigrasi, tidak memiliki peran dalam pemerintahan.

Pemimpin Partai Tengah Anni Loof menucit di Twitter bahwa mereka akan membuka pintu baginya (Andersson) untuk menjadi perdana menteri.

"Kami akan memastikan, sekali lagi, bahwa Swedia dapat memiliki pemerintahan yang tidak bergantung pada Demokrat Swedia,” tambah dia.

Investasi terbaik ialah investasi leher ke atas. Yuk, tingkatkan kemampuan dan keterampilan diri Anda dengan mengikuti kelas-kelas di WE Academy. Daftar di sini.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini