Peneliti IPB University Bahas Sawit Sebagai Tanaman Hutan

Peneliti IPB University Bahas Sawit Sebagai Tanaman Hutan Kredit Foto: Antara/Rahmad

Kelapa sawit memang layak ditempatkan sebagai industri strategis, mengingat peran dan kotribusinya yang sangat nyata. Namun mirisnya, nasib kelapa sawit diperlakukan secara tidak proporsional.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Kajian Advokasi dan Konservasi Alam, Prof. Yanto Santosa dalam seminar nasional dengan tema "Permasalahan, Prospek, dan Implikasi Kelapa Sawit Sebagai Tanaman Kehutanan" pada Kamis (25/11). 

Baca Juga: KPPU Segera Intensifkan Pengawasan Perkebunan Kelapa Sawit di Sumut

“Kebijakan saat ini bersikap diskriminatif terhadap kelapa sawit tidak saja dalam lingkup nasional juga terjadi dalam lingkup internasional,” ungkap Prof. Yanto, dilansir dari laman IPB University. 

Disampaikan Prof. Yanto, FAO tidak memasukkan sawit sebagai tanaman hutan. Tidak hanya itu, perkebunan kelapa sawit juga sering dituduh sebagai penyebab deforestasi dan penyebab kerusakan lingkungan. 

“Atas dasar tersebut, tahun 2018 Fakultas Kehutanan IPB University bersama Pusat Kajian dan Advokasi Konservasi Alam telah menyusun naskah akademik yang menyebutkan sawit sebagai tanaman hutan,” tambah Prof. Yanto.

Prof. Yanto juga menjelaskan, seminar nasional ini merupakan bagian penting dari proses penyusunan naskah akademik kelapa sawit sebagai tanaman hutan. Oleh karena itu, tidak kurang dari 20 peneliti, diundang dalam upaya membahas terkait sawit sebagai tanaman hutan. 

“Tanaman sawit sebagai tanaman hutan produksi yang terdegradasi bukan untuk menggantikan hutan alam, kami sangat menentang pembongkaran hutan alam menjadi kebun kelapa sawit,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Musdalifah Machmud, turut manyambut baik upaya yang dilakukan oleh Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University.

“Kita perlu membuktikan bagaimana karakteristik tanaman kehutanan, apakah tanaman sawit bisa terkategori tanaman hutan. Jika dilihat tanaman hutan memiliki tinggi 3 m, tanaman kelapa sawit bisa lebih dari 5 m. Apabila jenis palm lain terkategori tanaman hutan, lalu kenapa kelapa sawit bukan tanaman hutan?” tambahnya.

Musdhalifah juga berharap, Perguruan Tinggi dapat duduk bersama dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten hingga komunitas dalam menjawab tantangan industri kelapa sawit. Dengan demikian, imbuhnya, dapat menghasilkan penelitian berbasis sains serta rekomendasi yang valid untuk pimpinan tertinggi serta membangun opini landasan saintifik terkait perkebunan kelapa sawit Indonesia.

Investasi terbaik ialah investasi leher ke atas. Yuk, tingkatkan kemampuan dan keterampilan diri Anda dengan mengikuti kelas-kelas di WE Academy. Daftar di sini.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini