Kredit Foto: GenPI
Adi memberikan alasan atas opininya, bahwa Prabowo-Ganjar harus melalui survei kecocokan. Dari hasil survei baru bisa dilihat apakah keduanya bisa lebih unggul dari pasangan lain atau tidak.
"Bila melihat elektabilitas Prabowo dan Ganjar tentu keduanya sama-sama kuat, kedua orang ini memiliki bekal yang sama, bekal popularitas dan elektabilitas," tuturnya.
Adi menjelaskan, bahwa terdapat beberapa syarat yang harus di penuhi. Bila calon tidak populer dan tak memiliki elektabilitas maka akan sangat sulit untuk memenangkan pertarungan.
"Kalau dua orang ini berkoalisi, bagus, mantap. Tinggal bagaimana menstimulasi lawannya, apakah kuat atau tidak, dan seterusnya," jelasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Alfi Dinilhaq
Advertisement