Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Nggak Main-main! Ferdinand Hutahaean Lantang, Novel Bamukmin Harus Beri Bukti

Nggak Main-main! Ferdinand Hutahaean Lantang, Novel Bamukmin Harus Beri Bukti Kredit Foto: Instagram/Ferdinand Hutahaean
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pernyataan Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin yang mengaku rumahnya disatroni anak buah KASAD Dudung Abdurachman ditanggapi oleh Ferdinand Hutahaean.

Ketua Yayasan Keadilan Masyarakat Mandiri itu meminta Novel untuk hati-hati dalam memilih kata-kata untuk diucapkan.

Baca Juga: Khusus Masalah Cuitannya Sekarang Ini, Ferdinand Nggak Seperti Biasa: Saya Sudah Minta Maaf Ya...

Sebab menurutnya, menggunakan kata disatroni seolah-olah sudah membuat tindakan yang tidak bersahabat atau masuk dengan sembarangan.

"Apakah hal yang diucapkan itu benar atau tidak? Apakah benar mereka anak buah Dudung atau tidak? sampai saat ini belum ada yang tahu," jelas Ferdinand kepada GenPI.co, Selasa (4/1).

Ferdinand lantas meminta Novel Bamukmin untuk memberikan bukti-bukti kuat atas apa yang dia tuduhkan.

Sebab jika tidak, hal tersebut akan menjadi fitnah yang akan merugikan yang bersangkutan.

"Dalam kasus ini, omongan Novel Bamukmin  harus dibuktikan. Bila tak ada bukti tentu akan menjadi fitnah dan pencemaran nama baik," katanya.

Dia mengatakan bahwa jika yang diucapkannya itu adalah fitnah, maka bukan pribadi Jenderal Dudung saja yang dihadapi Novel, tapi juga institusi TNI

"Maka, pernyataan Novel Bamukmin memang harus segera ditanggapi supaya tidak menjadi firnah, karena hal ini menyangkut nama lembaga negara dan menyangkut nama seorang KASAD," katanya.

Pria yang pernah memimpin Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) menegaskan, bila pernyataan terus dibawa-bawa tanpa bukti yang jelas, Novel Bamukmin perlu diproses hukum.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Alfi Dinilhaq

Bagikan Artikel:

Video Pilihan