Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Jualan Rudal Korea Selatan Senilai Miliaran Dolar Sukses Diborong UEA, Ini Alasannya

Jualan Rudal Korea Selatan Senilai Miliaran Dolar Sukses Diborong UEA, Ini Alasannya Kredit Foto: Reuters
Warta Ekonomi, Seoul -

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dilaporkan mencapai kesepakatan awal bernilai miliaran dolar untuk menjual rudal permukaan-ke-udara Seoul ke Abu Dhabi. Kedatangan Moon ke Uni Emirat Arab (UEA) pada Minggu (16/1/2022), menjanjikan kerja sama yang lebih dalam dengan federasi Teluk Arab.

Setelah Moon bertemu dengan Perdana Menteri UEA Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum di Dubai, kedua negara menandatangani nota kesepahaman untuk pembelian sistem pertahanan rudal jarak menengah oleh UEA. Kantor berita Yonhap melaporkan, kesepakatan ini senilai sekitar 3,5 miliar dolar AS.

Baca Juga: Amerika, Korea Selatan, dan Korea Utara Diharap Ambil Kekuatan dari Meja Sebelum Terlambat

Moon memuji pameran dunia Dubai Expo 2020 dan berjanji bahwa kedua negara tersebut akan melampaui generasi dan perbatasan nasional untuk membangun kembali bersama dan melompat maju bersama.

Sheikh Mohammed memposting foto-foto pertemuan dan mengatakan UEA mencari kemitraan ekonomi strategis yang komprehensif dengan Korea Selatan, salah satu importir minyak mentah utama dunia dan pemodal proyek energi.

Selama pameran dagang penerbangan di Dubai November lalu, Kementerian Pertahanan UEA menyatakan bahwa pihaknya berencana untuk mengakuisisi M-SAM Korea Selatan. Sistem pertahanan udara canggih itu dirancang untuk mencegat rudal pada ketinggian di bawah 40 kilometer.

Kedua negara tersebut telah memperkuat kerja sama pertahanan selama dekade terakhir. Pasukan khusus elit Korea Selatan bahkan melakukan perjalanan ke UEA untuk melatih pasukan Emirat. Peristiwa ini selama bertahun-tahun belum pernah terjadi sebelumnya untuk negara Asia.

Moon mendarat di pusat keuangan regional Dubai pada Sabtu (15/1/2022). Dia disambut oleh Menteri Energi UEA Suhail al-Mazrouei. 

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan