Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Manuver Korea Utara Sudah Kesekian Kali, Korea Selatan dan Jepang Gelisah

Manuver Korea Utara Sudah Kesekian Kali, Korea Selatan dan Jepang Gelisah Kredit Foto: Reuters/Kim Hong-Ji
Warta Ekonomi, Seoul -

Militer Korea Selatan pada Senin (17/1/2022) melaporkan manuver Korea Utara yang kembali menembakkan proyektil tak dikenal.

Peluncuran itu tercatat sebagai uji coba senjata keempat negara bersenjata nuklir itu bulan ini.

Baca Juga: Jualan Rudal Korea Selatan Senilai Miliaran Dolar Sukses Diborong UEA, Ini Alasannya

"Korea Utara menembakkan proyektil tak dikenal ke Laut Timur,” kata Kepala Staf Gabungan Seoul, mengacu pada Laut Jepang.

Penjaga pantai Jepang juga mengonfirmasi peluncuran tersebut.

"Korea Utara tampaknya telah meluncurkan kemungkinan rudal balistik," kata juru bicara Penjaga Pantai Jepang kepada AFP tanpa memberikan rincian tentang kemungkinan lintasannya.

Peluncuran itu akan menjadi uji coba senjata keempat Pyongyang sepanjang tahun ini.

Pada hari Jumat (14/1/2022), Korea Utara menembakkan dua peluru kendali taktis yang dibawa kereta api.

Negara yang dipimpin Kim Jong Un itu juga mengatakan telah menguji coba rudal hipersonik pada 5 Januari dan 11 Januari lalu.

Sebagai tanggapan atas serangkaian peluncuran, Amerika Serikat pekan lalu memberlakukan sanksi baru terhadap negara bersenjata nuklir itu.

Sementara Pyongyang menuduh langkah itu sebagai sebagai tindakan "provokasi".

“Korea Utara memiliki hak yang sah untuk membela diri,” kata seorang juru bicara kementerian luar negeri kepada KCNA.

Meskipun terkena sanksi internasional atas program senjatanya, Pyongyang telah menggandakan upayanya untuk memodernisasi militer.

Di saat yang sama, pemerintah negara terisolir itu menolak untuk menanggapi seruan AS untuk melakukan pembicaraan.

Pada pertemuan penting partai berkuasa Korea Utara bulan lalu, Kim berjanji untuk terus membangun kemampuan pertahanan negara.

Dialog antara Washington dan Pyongyang masih terhenti, dan Korea Utara yang miskin juga berada di bawah blokade virus corona yang dipaksakannya sendiri.

Akibat tindakan tersebut, perekonomian Korea Utara menjadi carut marut.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan