Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bertemu dengan Penasehat Khusus Perdana Menteri Jepang Mori Masafumi secara daring, kemarin.
Kedua pejabat pemerintahan itu membahas kerja sama ekonomi kedua negara, termasuk progres pengoperasian Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat.
“Kami terus mendorong produsen mobil Jepang untuk menggunakan Patimban sebagai tempat ekspor,” Kata Budi.
Budi mengatakan, setelah dilakukan prosesi handover (serahterima) pengoperasian Pelabuhan Patimban pada akhir 2021 lalu, sudah dilakukan beberapa kali kegiatan ekspor dari Pelabuhan Patimban dengan tujuan ke Pelabuhan Brunei Darussalam dan Pelabuhan Filipina.
Pada tahun ini dijadwalkan ekspor kendaraan dari Pelabuhan Patimban dengan lebih dari 130 ribu kendaraan per tahun.
Budi pun berharap kehadiran Pelabuhan Patimban dapat menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis ekspor kendaraan, yang dapat meningkatkan industri otomotif nasional.
Selain itu dalam pertemuan keduanya juga membahas kelanjutan dari tiga proyek infrastruktur yakni MRT Jakarta Timur – Barat Fase 1 dan Fase 2A Selatan -Utara.
Keduanya juga membahas Draft Loan Agreement Fase I-2, dan Proving Ground Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSB) Bekasi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Boyke P. Siregar
Tag Terkait: