Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ke Mana-Mana Naik Mobil Butut, Lo Kheng Hong: Dijual Gak Laku, Maling Juga Ogah Ngerampok!

Ke Mana-Mana Naik Mobil Butut, Lo Kheng Hong: Dijual Gak Laku, Maling Juga Ogah Ngerampok! Kredit Foto: Sudut Energi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sosok Lo Kheng Hong menjadi investor panutan sejuta umat. Bukan hanya karena kepiawaiannya dalam investasi saham, melainkan juga karena kesederhanaan yang ia miliki. Meski cuan dari investasi saham yang didapat tak perlu diragukan lagi, Lo Kheng Hong dalam hidupnya tak suka bermewah-mewahan.

Contoh kecilnya saja, investor dengan julukan Warren Buffett-nya Indonesia ini mengaku senang bepergian menggunakan mobil jadul. Dalam sebuah kesempatan, Lo Kheng Hong menyebut selalu menggunakan mobil bermerek Volvo keluaran tahun 1995 silam. Saking jadulnya, Lo Kheng Hong bahkan menyebut jika mobil tersebut dijual senilai Rp15 juta pun tak akan laku. Baca Juga: Saham Bank Jago To the Moon, Ucapan Lo Kheng Hong Ikut Disinggung: Oh Ini Bajaj Harga Mercy

"Saya suka menikmati kesederhanaan. Saya naik Volvo tahun 95, mungkin saya jual Rp15 juta pun gak laku. Itu sudah saya pakai lama sekali," ungkap Lo Kheng Hong dalam kanal YouTube OtisWie bertajuk "Mobil Lo Kheng Hong Hanya Rp15 Juta", disimak pada Jumat, 18 Februari 2022.

Mobil itu selalu menemani keseharian, tak hanya Lo Kheng Hong, tetapi juga istri dan anak-anaknya. Pak Lo-sapaan akrabnya-mengaku merasa tak ada beban saat menaiki mobil tua itu. Berbeda halnya ketika mereka menggunakan mobil mewah, itu akan menarik perhatian orang lain.

"Saya, istri saya, anak-anak saya menikmati naik mobil tua itu. Mungkin gak ada beban kali naik mobil jelek, ya. Kalau kita naik mobil bagus, mungkin takut dirampok, gak enak dilihat tetangga naik mobil mewah. Dia menikmati naik mobil jelek itu. Mungkin parkir sembarangan aja gak usah dipikirin, maling juga gak mau (mengambil), " sambungnya lagi.

Menurut Pak Lo, tidak perlu seseorang memperlihatkan kekayaan dan membuatnya mencolok di masyarakat dengan menggunakan mobil mewah. Sebab, hanya karena ingin terlihat kaya, ungkap Pak Lo, seseorang bisa menjadi miskin.

"Kami bukan siapa-siapa. Kami dari dulu orang gak punya. Sampai sekarang, ya kita menikmati kesederhanaan aja. Yang penting apa-apa cukup, di tengah pandemi kami pun tidak pernah merasa kekurangan," tutupnya.

Baca Juga: Asal Muasal Presidential Threshold 20 Persen Gegara Kemenangan SBY di Pilpres 2004, Ini Nih Biang Keroknya

Penulis: Lestari Ningsih
Editor: Lestari Ningsih

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: