Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Orang Terkaya Rusia Sebut Sanksi Kekayaan Pada Oligarki Tidak Akan Menghentikan Putin

Orang Terkaya Rusia Sebut Sanksi Kekayaan Pada Oligarki Tidak Akan Menghentikan Putin Kredit Foto: Twitter/Forbes Tech
Warta Ekonomi, Jakarta -

Salah satu orang terkaya Rusia, Mikhail Fridman mengatakan sanksi berupa kekayaan pada oligarki tidak akan berdampak pada keputusan Moskow untuk melancarkan perang di Ukraina.

Miliarder bankir ini mengatakan pada konferensi pers di London bahwa perang adalah tragedi bagi kedua belah pihak. Namun, ia mengaku berhenti mengkritik secara langsung karena pernyataan pribadi bisa menjadi risiko tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga staf dan kolega.

Bersama Oleg Deripaska, mereka menyerukan perdamaian. Kedua pria itu adalah oligarki paling terkemuka yang berbicara menentang invasi Rusia.

Baca Juga: Dampaknya Gak Main-Main, Rp560 T Melayang dari Kantong Orang Terkaya Rusia Gegara Perangi Ukraina

Mengutip BBC International di Jakarta, Rabu (2/3/22) Inggris juga memberi sanksi kepada kepala militer Belarusia pada hari Selasa karena peran mereka dalam "bersekongkol" dengan invasi Rusia ke Ukraina.

Kantor Luar Negeri mengatakan militer Belarusia telah mendukung dan memungkinkan invasi Rusia ke Ukraina dan juga telah memberikan sanksi kepada beberapa perusahaan manufaktur negaranya.

Sanksi Belarusia berada di atas yang sudah diterapkan di Minsk oleh Inggris sejak 2020 ketika lebih dari 100 orang dan organisasi menjadi sasaran dalam menanggapi pemilu curang di Belarus.

Fridman lahir di Ukraina sebelum pecahnya Uni Soviet, ia adalah pendiri bank swasta terbesar di Rusia, Alfa, dan menjalankan perusahaan investasi LetterOne yang memiliki minat luas dalam minyak dan ritel.

Penulis: Fajria Anindya Utami
Editor: Fajria Anindya Utami

Bagikan Artikel:

Video Pilihan