Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Fakta-fakta Penting dari Rudal Hipersonik Rusia yang Sulit Dihalau Sistem Pertahanan

Fakta-fakta Penting dari Rudal Hipersonik Rusia yang Sulit Dihalau Sistem Pertahanan Kredit Foto: Reuters/Russian Defence Ministry
Warta Ekonomi, Berlin -

Hampir empat minggu dalam perang Rusia di Ukraina, namun satu serangan pada hari Jumat (18/3/2022) lalu tidak seperti yang lain sejauh ini. Targetnya adalah gudang senjata dan amunisi bawah tanah di desa kecil Deliatyn, 100 kilometer (62 mil) dari perbatasan Ukraina dengan Rumania.

Serangan itu menonjol, bukan hanya karena fasilitas itu hancur, tetapi juga karena Rusia telah menggunakan rudal hipersonik untuk pertama kalinya dalam perang Ukraina.

Baca Juga: Terkuak! Pakar Militer: Satu-satunya Alasan Putin Gunakan Rudal Hipersonik karena...

"Tak terkalahkan," pekik Presiden Rusia Vladimir Putin.

Itulah yang disebut oleh Putin sebagai rudal hipersonik pada tahun 2018 ketika ia meluncurkan persenjataan rudal negaranya.

Itu mungkin deskripsi yang tinggi, dirancang untuk tujuan propaganda, tetapi ada beberapa unsur kebenaran. Rudal hipersonik berbeda dari senjata balistik konvensional dengan cara yang membuatnya lebih sulit ditangkap oleh sistem pertahanan rudal.

Pembedanya, sebagaimana dilaporkan DW, itu tergantung pada kecepatan dan ketinggian.

Seberapa cepat rudal hipersonik?

Rudal hipersonik terbang lima hingga sepuluh kali lebih cepat dari kecepatan suara. Itu dikenal sebagai Mach 5 hingga Mach 10.

Tidak ada kecepatan suara yang tetap karena bergantung pada variabel yaitu medium dan suhu medium yang dilalui suatu benda atau gelombang suara.

Tetapi sebagai perbandingan, pesawat komersial Concorde terbang dengan kecepatan sekitar dua kali kecepatan suara.

Concorde adalah pesawat supersonik yang memiliki kecepatan jelajah maksimum 2.180 km (1.354 mil) per jam, atau Mach 2,04. Jadi hipersonik mengambil kecepatan itu setidaknya tiga tingkat lebih tinggi.

Halaman:

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan