Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Alhamdulillah, Situasi di Singapura Mudah-mudahan Bawa Angin Segar buat Indonesia

Alhamdulillah, Situasi di Singapura Mudah-mudahan Bawa Angin Segar buat Indonesia Kredit Foto: Reuters/Caroline Chia
Warta Ekonomi, Singapura -

Pekerja kantor mengantre untuk naik kereta api, masuk restoran, dan menggunakan lift, sedangkan pengirim makanan berlomba dari gedung ke gedung saat keramaian kembali ke kawasan bisnis Singapura pada Selasa (26/4/2022). Momen itu menjadi penanda hari pertama bebas dari pembatasan Covid-19 di Singapura.

Pusat komersial, mal, dan perusahaan teknologi yang gedungnya menjulang tinggi di negara itu kembali ramai.

Baca Juga: Investor dari Singapura Adalah Orang Indonesia? Berikut Penjelasannya

Segerombolan orang pergi bekerja dan mengantre di luar restoran dan kedai kopi yang ramai setelah pihak berwenang menurunkan tingkat kewaspadaan pandemi untuk pertama kalinya.

Batasan ketat di tempat kerja dan pertemuan tidak ada lagi pada Selasa. Karyawan berlama-lama di luar tempat kerja dan transportasi umum penuh dengan pengguna yang kembali merasakan keadaan normal setelah dua tahun.

"Kantor hampir penuh hari ini, pertama kali dalam waktu yang cukup lama," kata seorang manajer produk Slava Nikitin.

"Ada antrean untuk lift pagi ini, meskipun kami memiliki enam lift," ujarnya.

Singapura telah dipuji karena kecepatan dan keberhasilannya dalam peluncuran program vaksinasi. Sebanyak 93 persen populasi telah menerima suntikan, sehingga membantu membatasi kematian akibat Covid-19 menjadi hanya 1.331 jiwa.

Pusat keuangan dengan 5,5 juta warga ini berhasil mengelola wabah awal. Wilayah ini telah mempertahankan kebijakan ketat dalam penentuan ukuran kelompok, pelacakan kontak, pengujian, perjalanan, dan pekerjaan kantor.

Meskipun pemakaian masker masih diperlukan di dalam ruangan atau dalam transportasi umum, sebagian besar pembatasan lainnya telah dihapus. 

"Semua orang mulai frustrasi, jadi ada baiknya kita kembali normal sekarang dengan lebih banyak interaksi sosial," kata karyawan bank bernama Taiwah Lim.

"Dan bahkan lebih baik dengan normal baru, memiliki fleksibilitas bekerja dari rumah beberapa hari per minggu," ujarnya.

Selain itu, persyaratan pengujian untuk pengunjung yang divaksinasi masuk ke negara itu dapat meningkatkan ekonomi. Ekonomi Singapura diperkirakan akan tumbuh 3 hingga 5 persen tahun ini.

Jumlah itu tumbuh 7,6 persen pada 2021, tercepat dalam satu dekade, pulih dari kontraksi 4,1 persen yang disebabkan oleh pandemi pada tahun sebelumnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan