Angkutan Penyeberangan Capai Angka Tertinggi Selama Arus Mudik Lebaran, Berikut Datanya
Kredit Foto: Antara/Zabur Karuru
Secara Kumulatif (H-7 s.d H-1), Jumlah Penumpang Angkutan Penyeberangan Masih Yang Tertinggi
Jumlah pergerakan penumpang secara kumulatif di masing-masing moda yang dipantau selama 7 (tujuh) hari mulai Senin, 25 April/H-7 hingga Minggu, 1 Mei/H-1 kemarin, yakni :
Baca Juga: Rekayasa Lalu Lintas Mudik Berhasil, Pemerintah Harap Juga Terjadi Pada Arus Balik!
a. Pergerakan penumpang angkutan penyeberangan masih yang tertinggi yaitu sebanyak 1.601.515 penumpang. Dengan pergerakan penumpang keberangkatan terpadat di 5 (lima) Pelabuhan Penyeberangan terpadat yakni: : Merak, Gilimanuk, Bakauheni, Ketapang, dan Kayangan, Lombok Timur.
b. Kemudian, angkutan udara sebanyak 1.335.024 penumpang. Dengan pergerakan penumpang keberangkatan terpadat di 5 (lima) Bandara yakni: Soekarno Hatta, Sultan Hasanuddin (Makassar), Juanda (Surabaya), Ngurah Rai (Bali) dan Sepinggan (Balikpapan).
c. Angkutan jalan (bus) sebanyak 989.384 penumpang. Dengan pergerakan penumpang keberangkatan terpadat di 5 (lima) terminal yakni: Kertonegoro Ngawi, Ir. Soekarno (Klaten), Purboyo (Surabaya), Giwangan (Yogyakarta), dan Tirtonadi (Solo).
d. Angkutan kereta api sebanyak 744.983 penumpang. Dengan pergerakan penumpang terpadat di 5 (lima) Daerah Operasi (Daop) yakni: Daop I Jakarta, Daop VIII Surabaya, Daop VI Yogyakarta, Daop II Bandung, dan Daop IV Semarang.
e. Angkutan Laut sebanyak 517.873 penumpang. Dengan pergerakan penumpang keberangkatan terpadat di 5 (lima) pelabuhan yakni Gilimanuk, Batam, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Pinang, dan Balikpapan.
Secara total, jumlah penumpang kumulatif di semua moda angkutan mulai semua moda angkutan secara kumulatif mulai Senin, 25 April/H-7 hingga Minggu, 1 Mei atau H-1 kemarin, sudah mencapai 5.188.779 penumpang. Jumlah ini masih lebih kecil dengan perbandingan 7 persen, jika dibandingkan dengan pergerakan penumpang kumulatif pada periode yang sama di tahun 2019 sebesar 5.576.540 penumpang.
Baca Juga: Prof Budi Santosa Sebut Perempuan Berjilbab Manusia Gurun, DPR: Sudah Memojokkan Agama Tertentu!
“Namun demikian, data kumulatif tahun ini sifatnya masih sementara dan dimungkinkan untuk terus bergerak naik,” ujar Adita.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Martyasari Rizky
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: