Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Bill Gates Akui Khawatir dengan Ekonomi Global, Katanya: Utang Pemerintah Sangat Tinggi

Bill Gates Akui Khawatir dengan Ekonomi Global, Katanya: Utang Pemerintah Sangat Tinggi Kredit Foto: Instagram Bill Gates
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pendiri Microsoft Bill Gates mengaku khawatir dengan ekonomi global akhir-akhir ini. Sang miliarder filantropi mengatakan faktor-faktor seperti perang Rusia di Ukraina dan kejatuhan ekonomi pasca pandemi menciptakan "argumen kuat" bahwa dunia akan melihat perlambatan ekonomi dalam waktu dekat.

“Itu datang di atas pandemi di mana tingkat utang pemerintah sudah sangat, sangat tinggi, dan sudah ada masalah rantai pasokan,” kata Gates. “Ini kemungkinan akan mempercepat masalah inflasi yang dimiliki ekonomi dunia kaya, dan memaksa kenaikan suku bunga yang pada akhirnya akan mengakibatkan perlambatan ekonomi.”

Baca Juga: Bill Gates Danai Pembangunan Pabrik Vaksin Baru dengan Fasilitas Super Canggih

Melansir CNBC International di Jakarta, Rabu (11/5/22) Gates menambahkan upaya negara-negara untuk meredam kenaikan inflasi dengan menaikkan suku bunga adalah faktor lainnya yang dapat mengakibatkan perlambatan ekonomi.

Komentarnya menguatkan pendapat para pemimpin global seperti Menteri Keuangan AS Janet Yellen, yang mengatakan pada bulan April bahwa serangan Rusia terhadap Ukraina akan memiliki dampak ekonomi yang sangat besar bagi dunia.

Regulator di beberapa negara, seperti Inggris, India, dan AS baru-baru ini menaikkan suku bunga mereka untuk memerangi rekor tingkat inflasi, sebagian berasal dari efek pandemi. Di AS, Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar setengah poin persentase, menjadi kenaikan terbesar dalam dua dekade.

Menurut Survei Fed CNBC Mei, yang mensurvei panel yang terdiri dari 30 ekonom, manajer dana dan ahli strategi, banyak ahli percaya bahwa kenaikan suku bunga yang agresif itu pada akhirnya dapat memicu resesi selama tahun depan. Gates tampaknya setuju, meskipun peringatannya tentang perlambatan gagal memenuhi prediksi resesi.

Penulis: Fajria Anindya Utami
Editor: Fajria Anindya Utami

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan