Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Selir Cantiknya Hamil Lagi, Putin Kasih Respons Begini

Selir Cantiknya Hamil Lagi, Putin Kasih Respons Begini Kredit Foto: Instagram/Alina Kabaeva
Warta Ekonomi, London -

Di tengah invasi Rusia ke Ukraina, berhembus kabar kehamilan Alina Kabaeva, yang disebut-sebut pacar Presiden Vladimir Putin.

Dilansir Telegraph, Rabu (11/5/2022), kehamilan Kabaeva dikabarkan membuat Putin kaget. Demikian pemberitaan akun berita General SVR Telegram yang dijalankan mantan intelijen Kremlin.

Baca Juga: Alina Kabaeva, yang Gosipnya Jadi Kekasih Putin, Masuk Daftar Sanksi Uni Eropa

"Putin mengetahui simpanannya hamil lagi dan kelihatannya itu tidak direncanakan. Kami sudah melaporkannya kemarin, Presiden Rusia Vladimir Putin menurut saksi mata terlihat tertekan dan seperti jadi menyendiri," bunyi kabar yang dikutip Telegraph.

Wanita 38 tahun itu disebut punya dua putra dari hubungan dengan Putin meski ada pula laporan yang mengatakan mereka memiliki empat anak. Anak lelaki pertama Alina dan Putin disebut dilahirkan di Swiss pada 2015 dengan penjagaan ketat.

Sedangkan anak lelaki kedua dilahirkan di Moskow pada 2019. Koran Sonntagszeitung melaporkan bahwa Alina melahirkan dengan tim medis Swiss yang sama, yang diterbangkan ke sana.

Putin pantas mengkhawatirkan Alina jika memang tengah hamil. Sebab mantan atlet senam olimpiade itu tak akan bisa bepergian kemana-mana akibat sanksi Uni Eropa pasca serangan Rusia ke Ukraina. Aset kekayaan Alina di Uni Eropa pun dikabarkan telah dibekukan.

Melansir dari Mirror.com. Kabaeva disinyalir menjadi kekasih Putin sudah sejak lama, dan disebut sudah memiliki empat orang buah cinta mereka.

Kini, Alina Kabavaeva menjadi politisi. Beberapa media juga menyebut jika Alina Kabaeva pensiun sebagai pesenam pada 2004, tak lama setelah kemenangan Olimpiade. Kemudian, ia bekerja sebagai model. Pada 2007, ia terpilih menjadi anggota Parlemen Rusia sebagai perwakilan Partai Rusia Bersatu.

Dia bergabung dalam partai yang menjadi sekutu Vladimir Putin, ketuanya adalah mantan Presiden dan Perdana Menteri Dmitry Medvedev.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan