Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Aset Oligarki Rusia Jadi Incaran Uni Eropa buat Kembalikan Ukraina

Aset Oligarki Rusia Jadi Incaran Uni Eropa buat Kembalikan Ukraina Kredit Foto: Reuters/Anton Vaganov
Warta Ekonomi, Brussels -

Uni Eropa mencari cara untuk menggunakan aset-aset oligarki Rusia dibekukan untuk mendanai pembangunan Ukraina pasca perang. Hal ini disampaikan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Pada Rabu (18/5/2022) lalu Komisi Eropa mengusulkan pinjaman sebesar 9 miliar euro ke Ukraina. Negara itu masih berjuang untuk menghadapi invasi Rusia dan ingin membangun fasilitas rekonstruksi pasca perang.

Baca Juga: Dipojokkan Situasi dan Butuh Gas, Uni Eropa Melunak Hadapi Rusia

"Pengacara-pengacara kami bekerja dengan sangat kerja untuk mencari cara yang memungkinkan menggunakan aset-aset oligarki yang dibekukan untuk membangun ulang Ukraina, saya kira Rusia juga harus berkontribusi," kata von der Leyen di stasiun televisi ZDF, Kamis (19/5/2022).

Von der Leyen juga mengatakan ia lebih suka menggabungkan pembangunan jangka-panjang dengan reformasi yang diperlukan agar Ukraina dapat bergabung dengan Uni Eropa.

Ia mengatakan sementara Ukraina melihat masa depan mereka bersama Uni Eropa, sejumlah standar perlu di beberapa bidang perlu dipenuhi. Seperti supremasi hukum dan lanskap ekonomi dan politik.

"Proses aksesi sangat tergantung pada bagaimana perilaku dan apa yang dilakukan kandidat, Ukraina ingin bergabung dengan Uni Eropa dengan harga apa pun artinya motivasinya besar untuk melakukan reformasi yang dibutuhkan," katanya.

"Kami akan memiliki pembiayaan bersama pembangunan kembali Ukraina, masuk akal dilakukan di saat yang sama untuk melakukan reformasi, contohnya melawan korupsi atau membangun supremasi hukum," tambah von der Leyen.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan