Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pendahulunya Anies Baswedan Khawatirkan WNA China, Refly Harun Respons Begini

Pendahulunya Anies Baswedan Khawatirkan WNA China, Refly Harun Respons Begini Kredit Foto: Instagram/Refly Harun
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menanggapi pernyataan Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso yang khawatir WNA China jadi mayoritas dan menguasai Indonesia.

Menurut Refly, apa yang disampaikan Sutiyoso bukan pendekatan SARA.

Baca Juga: Jokowi “Disenggol”, Ngabalin Meledak-ledak Lagi, Refly Harun: Kalau Dia Ya Biasa Saja, Nggak Heran!

"Yang dimaksud dengan China di sini adalah warga negara asing," ujarnya dilansir dari kanal YouTube Refly Harun, Sabtu (21/5).

Refly mengatakan WNA bisa saja menjadi WNI dengan proses naturalisasi. "Asalkan lewat prosedur yang benar, bukan diam-diam dan tiba-tiba menguasai," katanya.

Jika prosedur naturalisasi benar, tak ada hak bagi siapa pun untuk melarang WNA menjadi WNI. "Namun, jika prosedurnya tak benar, itu yang harus kita cegah," paparnya.

Oleh karena itu, Refly menilai apa yang disampaikan Sutiyoso adalah kekhawatiran seseorang yang memiliki pengalaman di bidang intelijen. Refly juga mengatakan rumor tenaga kerja asing dari China daratan juga sering disampaikan.

"Mereka yang datang ke Indonesia katanya berasal dari suku Han yang merupakan tentara terlatih. Sebelum nasi menjadi bubur, kita tentu perlu waspada dengan hal-hal ini," ungkapnya.

Lebih lanjut, Refly meminta seluruh warga Indonesia untuk tak sibuk menyangkal dan mengalihkan permasalahan ke persoalan lain.

"Misalnya, soal radikal, intoleran, kadrun, dan sebagainya di saat kita tengah menghadapi tantangan riil, yaitu ekspansi ekspor manusia dari China," tuturnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Bagikan Artikel:

Video Pilihan