Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Elektabilitas Sama-sama Rendah, Duet Airlangga Hartarto dan Muhaimin Iskandar di Pilpres Diragukan

Elektabilitas Sama-sama Rendah, Duet Airlangga Hartarto dan Muhaimin Iskandar di Pilpres Diragukan Kredit Foto: Ferry Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Peluang Ketua Umum (Ketum) Golkar Airlangga Hartarto (AH) berpasangan dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 dinilai tidak akan terjadi. Pasalnya, kedua belah pihak tidak terdapat kecocokan.

"Pertama, Cak Imin enggak mau gabung KIB. Kedua, elektabilitas AH dan Cak Imin sama-sama tak signifikan," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno dilansir dari AKURAT.CO, Kamis (26/5/2022).

Adi menyebutkan, akan menjadi sulit jika PKB memberikan syarat pengusungan Capres, tetapi belum bergabung dengan KIB. Sebab, menurutnya, dalam politik itu tak bagus ada perasaan superior.

"Belum apa-apa Cak Imin sudah minta Capres sebagai syarat gabung KIB. Itu artinya, Cak Imin merasa lebih besar dari KIB dan Airlangga," ucapnya.

Baca Juga: Anies Nggak Posting Momen dengan Calon PM Singapura Dikaitkan Soal Abdul Somad, Refly Harun Tegas!

Adi berpandangan, Airlangga cocok dipasangkan dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan maupun Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Cocok dengan siapapun. Terutama dengan yang dapat tiket. Percuma kalau calon pasangannya tak dapat tiket maju," sambungnya.

"Tergantung elektabilitas di akhir. Pemilu masih dua tahun lagi. Kalau masih rendah (elektabilitasnya), cocok Cawapres. Kalau naik cocok Capres. Enggak bisa hitam putih dari sekarang. Masih serba mungkin (berunah)," pungkasnya.

Baca Juga: Jokowi Bilang “Ojo Kesusu”, Dugaan Rocky Gerung Nggak Main-main Kali Ini Singgung Mencalonkan Diri

Seperti diketahui, Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid berkeyakinan partainya akan bisa memimpin poros baru di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Sangat mungkin, sangat mungkin karena PKB partai tengah. Artinya masih ada partai tengah lain misalkan NasDem," kata Jazilul saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/5/2022). []

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel: