Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Bukan Menampar Berkali-kali, Benny K Harman Akui Hanya Mendorong Muka Karyawan Resto Mai Cenggo

Bukan Menampar Berkali-kali, Benny K Harman Akui Hanya Mendorong Muka Karyawan Resto Mai Cenggo Kredit Foto: Twitter/Benny K Harman
Warta Ekonomi, Jakarta -

Waketum Partai Demokrat Benny K Harman akhirnya buka suara soal dugaan penganiayaan karyawan Restoran Cenggo Restoran, Labuan Bajo.

Dalam alibinya, Benny menceritakan kronologi kejadian tersebut. Berikut runtutan kronologi versi anggota Komisi III DPR tersebut.

- Kemarin hari Selasa 24 Mei 2022, saya bersama istri dan anak serta satu lagi saudara makan di restoran Mai Cenggo sekitar jam 12.30.

- Setelah masuk restoran, kami langsung diarahkan ke lantai bawah di dalam ruangan VIP Ber-AC. Kami sendiri memilih tempat/meja dari sekian meja yang ada, dan kami duduk dan tidak ada tulisan atau pemberitahuan apapun dari pihak resto bahwa meja yang kami duduk sudah di-booked/reservasi.

- Kami langsung duduk dan pesan makan. Setelah 15 menit duduk menunggu. Petugas restoran mencatat apa yang kami pesan dan diberitahu kepada kami harus menunggu dan akan segera dilayani;

- Sekitar 15 menit kemudian, tanpa ada basa-basi kami diberitahu untuk segera meninggalkan ruangan karena ruangan terpakai/sudah direservasi. Kami dipersilahkan keluar.

"Saya tanya mengapa kami disuruh keluar, apakah kami tidak diperkenankan makan di ruangan yng ber-AC. Memang saya pakai celana pendek dan bajo kaos, lagi lusuh karena baru dari kerja kebun," kata Benny dalam keterangan persnya.

- Karena merasa diperlakukan secara tidak wajar, kami bermaksud bertemu dengan Manager Resto atau pemilik resto, apa sebenarnya yg terjadi. Kami beritau karyawan yg melayani utk beritau manager atau pemilik bahwa kami ingin bertemu agar tidak terjadi salah paham;

- Karena lama menunggu, kami datangi lagi pihak front desk dan meminta agar kami bisa bertemu dengan pihak manager atau pemilik;

- Di front desk itu kami menerima informasi bahwa tamu barusan reservasi per telepon setelah kami sekeluarga datang ke tempat itu. Sehingga kami makin merasa bahwa kami diperlakukan semena-mena.

- Pada saat bertemu di ruangan, kami menyampaikan rasa kecewa kami atas perlakuan yang sangat tidak manusiawi atas diri kami. Kami menyampaikan bahwa kami telah diperlakukan dengan cara yang biadab alias tidak beradab atas diri kami.

"Ini kan daerah destinasi pariwisata super premium. Kalo kami diperlakukan begini, apalagi rakyat kecil. Kami mohon penjelasan apa sebenarnya yg terjadi dan alasan apa kami diusir dari ruangan itu," jelasnya.

Editor: Ferry Hidayat

Bagikan Artikel:

Video Pilihan