Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Qatar Aja Tegas Tolak LGBT saat Piala Dunia, Anies Cs Gak Berdaya Tolak Produsen Miras di Formula E

Qatar Aja Tegas Tolak LGBT saat Piala Dunia, Anies Cs Gak Berdaya Tolak Produsen Miras di Formula E Kredit Foto: Antara/Fakhri Hermansyah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mengaku miris melihat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan jajarannya tak dapat berbuat banyak setelah perusahaan produsen bir, Heineken masuk menjadi salah satu sponsor di balap Formula E di Jakarta.

Anies kata Novel seharus tegas melakukan penolakan terhadap perusahaan miras itu sebagaimana yang dilakukan pemerintah Qatar yang dengan gagah berani menolak kampanye LGBT di ajang Piala Dunia yang akan dihelat di negara itu pada tahun ini.

"Sebagai perbandingan negara Qatar dalam perhelatan akbar internasional yang 28 hari digelar dengan tegas menolak promosi LGBT, padahal Qatar negara kecil tapi bisa menolak promosi LGBT internasional," kata Novel kepada Populis.id, Jumat (27/5/2022).

Baca Juga: PSI Sebut Pendukung Anies Bodoh, Mereka yang Pamer Sponsor Formula E, Mereka Sendiri yang Ribut

Adapun keberadaan Hainaken di daftar sponsor Formula E ini ramai disorot publik, sebab Anies Baswedan dinilai mejadi salah satu kepada daerah yang sangat tidak sembarangan mengizinkan penjulan minuman keras (Miras) di Jakarta. Dia juga sempat ngoto menjual saham Pemda DKI di di perusahan produsen bir di PT Delta beberapa tahun lalu.

Setelah ramai disorot Ketua Panitia Penyelenggara Formula E Jakarta Ahmad Sahroni mengatakan bahwa Heineken merupakan sponsor yang dibawa dari pihak Formula E Operation (FEO). Bukan dari panitia penyelnggara di Jakarta atau Pemprov DKI.

Terkait alasan itu, Novel mengaku tidak perduli, yang jelas kata dia perusahaan miras itu tak pantas menjadi sponsor di ajang kebanggaan Anies Baswedan itu, mengingat mayoritas penduduk Jakarta adalah pemeluk Islam, dimana bir dilarang keras.

"Mau sponsor global atau event internasional sekalipun wajib lepas dari praktek kemungkaran dengan menolak sponsor minuman keras apapun dan produk haram apapun, karena jatidiri bangsa tidak bisa ditebus murah dengan event dimana sponsornya berbagai produk miras," tegas Novel. 

Ketua Bidang Dakwah DPP Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) ini prihatin, melalui gelaran Formula E di Jakarta, Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia justru berperan aktif dalam mempromosikan miras kepada dunia.

"Sangat memprihatinkan sekali negara umat islam terbesar di dunia mempromosikan miras skala internasional, jelas ini suatu kemungkaran yang akan mengundang murkanya Allah dan pasti jauh dari keberkahan," tutupnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Populis. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Populis.

Editor: Rosmayanti

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan